Kisah pilu Sandiaga berangkat haji usai di-PHK

Selasa, 13 Maret 2018 10:51 Reporter : Syifa Hanifah
Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menceritakan pengalamannya saat pertama kali menunaikan ibadah haji. Kala itu, tahun 1998, dia memutuskan untuk bertamu ke rumah Allah. Namun perjalanan yang harus ditempuh tidaklah mudah.

Sandiaga mengatakan, saat memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji, dirinya malah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebagai jalan keluar, akhirnya politisi Gerindra ini memutuskan bekerja sebagai konsultan keuangan untuk perusahaan travel haji dan umroh.

"Saya waktu itu dalam keadaan terpuruk ingin ke Baitullah, mau berdoa. Karena waktu itu cari kerjaan susah. Dan baru di PHK karena krisis tidak punya penghasilan. Akhirnya saya niatin saya mau pergi haji, di sana tidak punya penghasilan, saya mau pergi haji sekalian kerja," katanya di hadapan peserta seleksi Calon Petugas Haji Daerah Tahun 1439 H/ 2018, di Gedung Dinas Teknis, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).

Pengusaha muda ini mengungkapkan, akhirnya dirinya bisa berangkat namun dengan syarat menjadi petugas haji. Kondisi perekonomian yang kian buruk membuat perusahaan travel di mana dirinya bekerja tidak mampu untuk membayar petugas haji.

"Akhirnya saya yang tadi jadi cuma urus keuangan disuruh jadi petugas haji juga. Kesempatan itu saya gunakan belajar karena belajar akhirnya dapat kesempatan untuk sekaligus haji nyambi selain haji dapat pelayanan tamu Allah," jelasnya.

Sandiaga mengatakan, awalnya tugas sebagai petugas haji berjalan dengan baik, hingga akhirnya tiba di Mina. Kala itu, rombongan yang dibawanya tersesat. Kondisi semakin pelik lantaran sopir bus tak bisa berbahasa inggris ataupun Arab.

"Kita turun supirnya orang Turki enggak bisa Bahasa Inggris, enggak bisa ngomong Bahasa Indonesia, Arab juga enggak bisa. Disasarin kita tiba-tiba diberhentikan di satu tempat turun semua kan. Saya petugas nih belum tahu tempatnya, semua ikut. Alhamdulillah Allah buka jalan kita enggak terlalu lama nyasarnya perjalanan yang tidak saya lupakan. Saya pertama haji tapi juga sekaligus pertugas haji," tuturnya.

"Saya belajar kita harus siap, enggak boleh lelah dalam hidup kalau ada kesempatan kita ambil, dalam perjalanan itu juga sama menemukan bahwa Allah memberikan musibah kepada saya seorang yang di PHK setelah pulang saya bangun usaha, banyak pelajaran yang saya dapat petugas haji," sambung bapak tiga orang anak ini.

Kemudian, dia menjelaskan, dari 140 peserta seleksi petugas haji, yang terpilih hanya 61 orang. Dan, Sandiaga menargetkan, tingkat kepuasan pelayanan DKI Jakarta tahun ini harus mencapai 95 persen.

"Targetnya harus lebih baik lagi targetnya 95 persen siap karena kesempurnaan milik Allah, 95 persen OKE OCE banget," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini