Kewalahan pagar berulang kali dijebol, UP Monas sampai beli alat las

Kamis, 15 Oktober 2015 15:08 Reporter : Lia Harahap
Kewalahan pagar berulang kali dijebol, UP Monas sampai beli alat las Pagar di Monas dipotong. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejadian besi pagar Monas dijebol rupanya sudah terulang kali terjadi. Saking seringnya pagar dijebol, kepala kantor Monas sampai harus mengelas berkali-kali pula.

Kasatpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, berjanji akan menangkap pelaku vandalisme yang merusak pagar Monas untuk keuntungan tertentu.

"Monas ini sudah berkali-kali dijebol. Sampai kita beli alat las biar nantinya besi yang dipotong dilas lagi. Kita janji akan tangkap pelaku," kata Kukuh saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (15/10).

Saat ini, kata dia, memang Satpol PP tidak berjaga penuh di Monas. Khusus Satpol PP, berjaga di bagian pintu-pintu. Sedangkan di dalam Monas dijaga petugas outsourcing yang direkrut manajemen kantor Monas.

"Kita minta kalau petugas yang melihat ada kejadian demikian (pemotongan pagar) laporkan ke Satpol PP yang ada di pintu-pintu agar segera ditangkap," tambahnya.

Dia mengaku menertibkan Monas dari pelaku vandalisme tidaklah mudah. Meski sudah berulang kali ditertibkan diyakininya masih banyak preman yang berkeliaran di sana mencari keuntungan.

"Monas itu pengunjungnya banyak, tapi yang namanya maling pasti lebih pintar. Monas kan memang lokasi empuk, banyak pengunjung, dulu juga PKL yang dagang di sana, sekaligus jadi preman, nah sekarang makanya dilarang. Oknum preman Monas itu masih ada sebab namanya maling enggak akan hilang, padam satu tumbuh lagi, dia akan cari kelemahan kita," jelasnya.

"Tapi dengan banyaknya yang ditertibkan, saya rasa sekarang (vandalisme) sudah jauh lebih berkurang," sambungnya.

Dia pun berjanji, akan menindak bila ada anak buahnya yang terlibat dalam pungli itu apalagi sampai membiarkan yang pelaku vandalisme berkeliaran.

Seperti diberitakan sebelumnya, pagar pada salah satu sisi Monas terlihat sudah dipatahkan orang-orang jahil. Pagar yang terpotong itu kemudian jadi pintu ilegal pengunjung yang ingin keluar masuk. Mereka pun memungut Rp 2.000 dari pengunjung yang melintas di sana.

"Ini sudah dipotong. Kami tidak tahu siapa yang memotongnya," terang pria berperawakan tua saat menjaga di salah satu besi pagar yang terpotong, Rabu (14/10).

Tampak dari penampilannya dia bukan petugas yang berjaga di Monas. Pria yang enggan menyebutkan namanya itu kelihatan gusar ketika ditanya lebih jauh tentang siapa yang berinisiatif memotong besi-besi itu.

"Jangan tanya kepada saya. Saya tidak tahu," jawabnya gusar sambil meminta uang kepada pengunjung yang keluar masuk. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Monas
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini