Kenangan pada sosok Haerudin, penakluk api yang semangatnya tak pernah padam

Selasa, 17 Juli 2018 06:02 Reporter : Merdeka
Kenangan pada sosok Haerudin, penakluk api yang semangatnya tak pernah padam Almarhum Haerudin. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Tugasnya sebagai pemadam kebakaran membuat Haerudin harus siap menghadapi segala medan. Sekalipun keadaan membahayakan jiwannya.

Namun hal itu tak membuat Haerudin takut. Pagi tadi, dia sigap memadamkan api yang membakar sebuah gudang material di kawasan Sunter, Tanjung Priok. Saat sedang berjibaku memadamkan api, tiba-tiba saja Haerudin merasakan sesak di dadanya.

Buru-buru Haerudin dibawa ke rumah sakit. Nahas, dalam perawatan bapak dua anak itu mengembuskan napas di RSUD Koja.

Kasudin Damkar Jakarta Utara, Satriadi, mengatakan awalnya sekitar pukul 04.20 WIB pihaknya menerima informasi kebakaran di sebuah gudang material yang terbakar di daerah Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lima belas unit mobil Damkar pun meluncur ke lokasi dan salah satunya membawa Haerudin.

"Tiba di TKP pukul 04.30 WIB. Di lokasi kebakaran api dan asap sudah tebal," kata Satriadi saat melayat ke rumah Haerudin, Jakarta Utara.

Satriadi melanjutkan, dengan pakaian lengkap, Haerudin semangat dan terus berupaya memadamkan api. Namun di tengah upayanya, Haerudin mengaku merasa sesak di dada. Haerudin, kata Satriadi, sempat menepi dan menuju ke mobil ambulans yang juga siaga di lokasi.

"Sudah sesuai protap, pakai helmet pakai fire jacket, hanya memang sempat sesak di dada makanya sempat mundur. Terus beliau inisiatif menuju ambulans untuk bisa diangkat ke rumah sakit kemudian dirujuk ke RSUD Koja," cerita Satriadi.

Satriadi menuturkan, dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Haerudin masih bisa berkomunikasi dan bertanya soal kondisi api di lokasi kebakaran. Namun takdir berkata lain. Di rumah sakit, pria berusia 51 tahun itu mengembuskan napas terakhir.

"Di ambulans beliau masih komunikasi, kemudian saat di rumah sakit sudah dinyatakan meninggal. Yang pasti saat melaksanakan tugas beliau mengenakan APB sesuai prosedur yang ada. Hanya memang kita nggak tahu kondisi fisik beliau," beber Satriadi.

Kebaikan seorang Haerudin

Jenazah Haerudin akan dimakamkan di Jonggol, Jawa Barat, hari ini juga. Doa dari keluarga, rekan dan tetangga mengiringi kepulangannya. Haerudin dikenal sosok penuh semangat. Meski usianya susah setengah abad.

"Almarhum orangnya sangat baik dalam tugas maupun bergaul dengan sesama rekan kerjanya," imbuh Satriadi.

Satriadi mengatakan, Haerudin sudah bertugas selama 23 tahun di Damkar. Selama itupula tidak ada keluh kesah yang disampaikan Haerudin. Malahan belakangan diketahui sebelum berangkat bertugas Haerudin sedang merawat cucunya yang sakit.

"Banyak jasanya lah almarhum. Tidak ada kata tidak siap dan tidak pernah mengeluh melaksanakan tugasnya dan beliau juga tidak pernah punya selisih paham dengan teman-temannya," kenang Satriadi.

Reporter: Moch Harunsyah

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini