Keluh Warga Lenteng Agung Sulit Akses Jalan Karena Proyek Trotoar Jakarta

Senin, 2 Desember 2019 14:24 Reporter : Abyan Ghafara Andayarie
Keluh Warga Lenteng Agung Sulit Akses Jalan Karena Proyek Trotoar Jakarta Akses Pemukiman Terputus di Lenteng Agung. ©2019 Merdeka.com/Abyan Ghafara Andayarie/Magang

Merdeka.com - Pembangunan trotoar yang diperuntukkan warga menimbulkan keluh kesah warga sekitar. Tepatnya di Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan, setelah Universitas Pancasila.

Memasuki bulan kedua, terlihat masih banyak bongkaran trotoar yang menumpuk di tepi jalan dan di trotoar, serta minimnya jumlah pekerja yang beraktivitas di trotoar tersebut.

Terdapat beberapa gang pemukiman warga dari tiga RT yang tertutup aksesnya karena ada perbaikan ini. Sehingga membuat trotoar dan akses ke pemukiman warga menjadi beda tinggi.

Alan yang merupakan salah seorang warga RT 03 RW 04, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengeluh meminta pekerja trotoar untuk dibuat akses masuk ke pemukiman warga.

"Warga ada yang bilang ke pekerja proyek, katanya sama mandornya malah enggak ditanggapi, kata mandornya ini tanggung jawab warga kalau trotoar sudah selesai," kata Alan, Senin (2/12).

Ia mengaku kalau pengerjaan trotoar yang menutup aksesnya itu akan selesai dalam kurun waktu tiga hari, namun sudah memasuki hari ketiga masih seperti awal pembongkaran.

"Kata pekerja proyeknya sih pembongkaran cuma 3 hari, tapi ini udah hari ke tiga belum ada kelanjutannya. Ditinggal gitu aja," ucapnya.

Alan mengatakan belum ada pengaduan warga sekitar ke kelurahan untuk mengatasi ini. Warga setempat harus mencari akses lain untuk menuju ke jalan raya. "Sampai saat ini warga belum ada pengaduan warga ke kelurahan. Warga terpaksa harus muter 50-100 meter buat ke jalan raya, padahal pintu masuk gang di sini langsung nyambung ke jalan raya," ucapnya.

Alan dan warga sekitar hanya berharap adanya tanggung jawab dari pengelola pembangunan trotoar agar dimudahkan untuk mengakses jalan raya.

1 dari 1 halaman

Bikin Toko Sepi Pengunjung

Proyek trotoar tersebut juga berdampak pemilik tempat usaha. Terlihat beberapa pertokoan yang tutup dikarenakan beda tinggi antara trotoar dengan pertokoan sehingga membuat akses terputus.

Bambang, salah satu petugas parkir toko swalayan di Jalan Lenteng Agung Raya, mengatakan bahwa pendapatan swalayan menurun karena sepi pengunjung.

"Pendapatan swalayan menurun mas, karena pengunjung yang terutama bawa mobil lihat parkirannya sempit. Parkiran tadinya bisa muat sampe 7 mobil, tapi sekarang cuma 2-3 mobil. Pengunjung juga bingung parkir dimana karena di trotoar juga takut melanggar aturan kan," ucapnya.

Bambang juga mengatakan kalau terdapat showroom mobil mengalami hal yang sama, bahkan harus mengeluarkan modal untuk membuat akses ke toko nya.

"Di sebelah sana ada showroom mobil, dia modalin sendiri sampai Rp5 juta untuk menyambung akses ke toko nya yang beda tinggi."

Ia juga mengaku sampai saat ini belum ada penjelasan maupun bantuan dana dari Pemerintah untuk mengatasi beda tinggi trotoar tersebut. [eko]

Baca juga:
Jokowi Keluhkan Kemacetan Kuningan: Ke Sini Macet, 30 Menit Berhenti
Anies Ingin Prioritaskan Pejalan Kaki
Antara Trotoar & Rangsangan buat Warga Ibu Kota Beralih ke Transportasi Publik
Musik Tepi Barat dan Timur Hibur Pejalan Kaki di Trotoar Sudirman
Pemprov DKI Masih Kaji 13 Titik untuk Lapak PKL di Trotoar
Minimalisir Kecelakaan, Jalanan di Kolong Tol Desari Dipasang Separator
Dishub DKI Klaim Jalur Sepeda di Cikini Hanya Sedikit yang Dibongkar untuk Trotoar

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini