Kedekatan Wiranto-Ahok di balik dukungan Hanura di Pilgub DKI

Jumat, 18 Maret 2016 12:06 Reporter : Lia Harahap
Kedekatan Wiranto-Ahok di balik dukungan Hanura di Pilgub DKI Ahok-Wiranto. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, memutuskan maju di jalur perorangan pada Pilgub DKI Jakarta. Ahok, sapaan Basuki, didukung relawan TemanAhok yang berjibaku mengumpulkan KTP warga DKI sebagai dukungan.

Meski Ahok memilih jalur independen, sejumlah partai tetap memilih memberikan dukungan. Setelah Partai Nasional Demokrat (NasDem), dikabarkan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bakal merapatkan barisan mendukung pencalonan Ahok di Pilgub DKI Jakarta.

Partai Hanura memberikan dukungan penuh dan siap mengawal kemenangan Ahok. Bahkan dalam waktu dekat, mereka segera mendeklarasikan dukungan untuk Ahok.

"DPP telah putuskan, untuk memberikan dukungan kepada Ahok," Ketua DPD Partai Hanura DKI Muhammad Sangaji di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (17/3).

Alasan Partai Hanura memilih Ahok tentunya tak lepas dari titah Wiranto sebagai ketua umum yang ingin Jakarta dipimpin sosok yang mumpuni. Selain itu, Hanura juga pertimbangan hasil survei dan opini warga DKI juga menjadi penilaian partainya untuk mendukung Ahok.

"Jadi kriteria kita bagaimana pemimpin itu bisa bekerja, bukan persoalan independen dan partai. Kita partai harus seleksi pemimpin, rakyat senang ternyata dari hasil survei DPP, kan ternyata rakyat Jakarta ternyata senang dengan Ahok," pungkasnya.

Cerita kedekatan Ahok dan Wiranto sebenarnya sudah sering terlihat saat mantan bupati Belitung itu mengatakan punya hubungan yang baik dengan Wiranto.

"Saya sama semua sama Wiranto baik semua kok," klaim Ahok beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan lainnya, Wiranto pernah mengatakan memberikan kesempatan Ahok untuk bergabung dengan Hanura. Tawaran itu dikatakan saat Ahok baru saja mundur dari Partai Gerindra yang mengusungnya hingga menang di Pilgub DKI 2012 lalu.

"Kalau sesuai hati nurani itu Partai Hati Nurani, ya oke oke saja. Partai Hanura itu membuka pintu lebar lebar untuk siapapun," kata Wiranto usai rapat dengan Jokowi, Jakarta, pada 12 September 2014 lalu.

Saat itu, Wiranto sempat memuji sikap konsisten Ahok meninggalkan Gerindra karena ada keputusan partai yang bertentangan dengan dirinya.

"Saya kira Pak Ahok berikan kesempatan untuk menenangkan diri dulu lah, saya ikuti perkembangan Pak Ahok. Saya terus terang salut dengan keberaniannya, salut dengan sikap yang cukup tegas," ujar Wiranto.

Meski kala itu membuka peluang untuk Ahok gabung ke Hanura, dia berpesan agar Ahok fokus kerja dan tak berpikir soal politik

"Banyak partai yang mau sambut Pak Ahok, jangan dikejar-kejar untuk pindah secara etika politik tidak bagus," terangnya.

Moment lainnya, Wiranto juga menolak keras Partai Hanura di DPRD DKI mendukung diadakannya hak angket pada Ahok bila tujuannya untuk menjatuhkan bukan untuk mencari kebenaran. Hak angket muncul setelah ada dugaan pelanggaran penyerahan draf APBD 2015 ke Kementerian Dalam Negeri

"Partai Hanura tetap konsisten terhadap sikapnya, bahwa sasaran hak Angket adalah mencari kebenaran, dan bukan upaya pemakzulan, oleh karenanya setelah proses Hak Angket selesai, Partai Hanura tidak akan melibatkan diri pada Hak Menyatakan Pendapat yang menjurus pada pemakzulan," tegas Wiranto.

"Saya dukung hak angket dalam konteks mencari kebenaran prosedur (pengajuan APBD 2015 ke Kemendagri). Dukungan bukan untuk menggulingkan seseorang. Kan, hak angket hanya untuk menyelidiki benar atau salah prosesnya," tambahnya.

Terkait dukungan Hanura untuk Pilgub DKI 2017 nanti, Wiranto sendiri belum pernah berkomentar langsung. Namun diklaim Ahok, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan mantan Panglima TNI era Orde Baru itu.

Dalam komunikasi itu, dikatakannya, Wiranto mendambakan sosok kepala daerah yang tidak 100 persen percaya pada partai politik seperti dirinya.

"Hanura sih baik sama saya. Pak wiranto kalau kita bicara baik. Berapa kali kita makan, Pak Wiranto juga orang yang sama pemikirannya, Pak Wiranto ingin orang yang percaya kepada demokrasi dan sedikit suudzon pada parpol," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/3).

Anggapan Wiranto itu, kata Ahok, pasti membuat politisi termotivasi membuktikan partai tak selamanya buruk dan cuma haus akan kekuasaan. Sebab, partai politik tentu memiliki waktu dan mekanisme sendiri dalam mengambil keputusan, termasuk soal cagub yang bakal didukung.

"Nah parpol mau membuktikan tidak semua parpol itu buruk, orang kan punya waktu dan mekanisme, sama kaya PDIP," terangnya.

Akankah dukungan Hanura kali ini bisa mengantarkan kemenangan Ahok di Pilgub DKI? [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini