Ke Balai Kota, Jaja Miharja sodorkan dokumen buat Ahok

Rabu, 18 Maret 2015 09:19 Reporter : Fikri Faqih
Ke Balai Kota, Jaja Miharja sodorkan dokumen buat Ahok Jaja Miharja temui Ahok. ©2015 Merdeka.com/Fikri Faqih

Pasar? Mesti pengadilan, saya suruh BPKAD ngecek gimana proses hukumnya. Karena yang bisa itu perintah hukum, baru kami bayar sama kayak kasus di Wali Kota Jakarta Barat


- Basuki Tjahaja Purnama

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan peluang bagi siapa untuk mengadu kepadanya. Kini giliran artis sekaligus komedian Jaja Miharja bertemu dengan Basuki atau akrab disapa Ahok.

Jaja Miharja nampak mengenakan peci hitam dan membicarakan permasalahan yang dihadapinya. Namun, pembicaraan tidak nampak jelas terdengar.

Setelah mendengar penjelasannya, Ahok meminta Jaja Miharja untuk membicarakannya dengan badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.

"Pasar? Mesti pengadilan, saya suruh BPKAD ngecek gimana proses hukumnya. Karena yang bisa itu perintah hukum, baru kami bayar sama kayak kasus di Wali Kota Jakarta Barat," kata mantan Bupati Belitung Timur di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (18/3).

Komedian yang terkenal dengan istilah 'apaan tuh' tersebut masih belum puas dengan jawaban suami Veronica Tan itu. Dia segera menyodorkan dokumen yang dibawanya, tetapi hasilnya sama, Ahok kukuh memintanya menemui BPKAD.

"Saya baru akan bayar kalau ada paksaan hukum. Kalau nggak, saya dibilang korupsi. Kami cuma kirim ke BPKAD untuk tahu proses seperti apa," tegas Ahok.

Tak lama, mantan politikus Gerindra iini mengajak Jaja Miharja untuk masuk ke ruang kerjanya.

Di hadapan wartawan, Jaja Miharja enggan menjelaskan masalahan yang membelitnya. Dia berkilah kedatangannya untuk menjalin silaturahmi dengan mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar ini.

"Sementara ini cuma silaturahmi saja," katanya singkat.

Untuk diketahui, Kantor Wali Kota Jakarta Barat yang berada di Jalan Letjend S Parman, Grogol sempat menjadi sengketa, bahkan hingga sampai ke pengadilan. Dalam persidangan hakim memutuskan Pemprov DKI Jakarta kalah dan harus membayar kepada pihak penggugat. [tyo]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini