Kasus penggelapan emas, 2 pimpinan BRI jadi tersangka

Selasa, 16 Juli 2013 16:03 Reporter : Henny Rachma Sari
Kasus penggelapan emas, 2 pimpinan BRI jadi tersangka

Merdeka.com - Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka terkait kasus penggelapan emas seberat 59 kilogram yang bernilai Rp 32 miliar milik Ratna Dewi. Ketiganya yakni AR yang merupakan mantan pimpinan wilayah BRI Jakarta Selatan.

Kemudian, ADU yang menjabat sebagai Wakil Pimpinan Wilayah BRI Jakarta Selatan, dan BRO yang saat ini menjabat Pimpinan Cabang BRI Kopo, Bandung, Jawa Barat.

Saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Slamet Riyanto membenarkan hal tersebut. "Iya, kita menetapkan tiga tersangka lagi dari BRI," ujar Slamet di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/7).

Slamet menambahkan, pihaknya menetapkan tiga tersangka tersebut setelah mengantongi alat bukti yang cukup. "Sudah ada bukti-bukti yang menguatkan untuk bisa ditetapkan sebagai tersangka," pungkasnya.

Sebelumnya, Ratna Dewi, salah satu nasabah BRI melaporkan dugaan penggelapan logam mulia senilai Rp32 miliar yang diduga melibatkan karyawan BRI ke Polda Metro Jaya, 8 November 2012 silam.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan enam tersangka, karena sebelumnya tiga tersangka sudah ditetapkan, yakni mantan Wakil Pimpinan Wilayah BRI Jakarta Selatan, RA, mantan Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, AM dan mantan Kepala Bagian Administrasi Kredit, RTA.

Para tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kriminal
  3. Kasus Penggelapan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini