Kasus bayi kembar hilang dipolisikan, ini kata RS Harapan Jayakarta

Jumat, 24 Juni 2016 02:01 Reporter : Ronauli Manondangi Margareth
Kasus bayi kembar hilang dipolisikan, ini kata RS Harapan Jayakarta Keluarga Raudiah datangi Komnas PA. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Adanya pelaporan hilangnya salah satu bayi kembar milik Raudiah Elvaningsih beberapa hari yang lalu kini menempuh jalur hukum.

Direktur Utama RS Harapan Jayakarta (RSHJ) Suhermi Yenti mengatakan pihaknya akan tetap kooperatif dalam menyikapi kasus dugaan hilangnya satu bayi kembar Raudiah Elvaningsih. Untuk diketahui, Raudiah telah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Kami kooperatif dengan Dinkes, Ikatan Dokter Indonesia, dan Polres Jakarta Timur dan pastikan prosedur tata laksana proses selama tangani masalah Raudiah. IDI dan Dinkes scara terpisah sudah mendatangi tempat kami Selasa 21 juni 2016," kata Direktur Utama RS Harapan Jayakarta Suhermi Yenti, Kamis (23/6).

Dalam kasus ini, dia menegaskan pihak RSHJ tidak pernah melakukan penghilangan penculikan ataupun perdagangan bayi. "Bayi Raudiah hanya satu yang dilahirkan di RSHJ dengan jenis kelamin perempuan. Bayi tunggal artinya tidak ada bayi selain bayi yang dilahirkan Raudiah," tegasnya.

Akibat kasus tersebut ternyata berdampak pada klien dan karyawan RSHJ. "Segenap klien dan karyawan RSHJ merasa tidak nyaman atas berita dugaan pedagangan penculikan bayi di RSHJ ini," tutur dia.

Untuk itu adanya kasus yang seperti ini, ia menyikapi pihaknya akan berusaha tetap mengikuti prosedur yang telah dibuat oleh RSHJ.

"RSHJ akan menegakkan dan berusaha kembalikan nama baik rumah sakit melalui upaya berstruktur maupun upaya-upaya hukum agar nama baik rumah sakit kembali pulih," katanya.

[eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini