Kadishub DKI Sebut Penyesuaian Jam Operasional Stasiun Tanah Abang Bersifat Dinamis

Senin, 3 Mei 2021 17:39 Reporter : Yunita Amalia
Kadishub DKI Sebut Penyesuaian Jam Operasional Stasiun Tanah Abang Bersifat Dinamis KRL Yogyakarta-Solo. ©Liputan6.com/Maulandy

Merdeka.com - Penyesuaian jam operasional di Stasiun Tanah Abang menyesuaikan tingkat mobilitas. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, semakin kondusif mobilitas, jam operasional Stasiun Tanah Abang akan kembali normal.

"Tentu kami menyesuaikan kondisi di lapangan," ucap Syafrin, Senin (3/5).

Keputusan jam operasional Stasiun Tanah Abang dibahas bersama antara Dinas Perhubungan, PT KAI, dan Dirjen Perkeretaapian dari Kementerian Perhubungan.

Oleh sebab itu, Syafrin menuturkan, penutupan Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB bersifat dinamis.

Syafrin menampik penyesuaian jam operasional dilakukan terlambat. Dia menjelaskan, sebelum terjadi lonjakan pengunjung Pasar Tanah Abang, Dinas Perhubungan telah memantau mobilitas lokasi tersebut.

Dari hasil pantauan Dishub, dia mengungkapkan, Pasar Tanah Abang terpantau tidak cukup padat.

"Itu tidak ada kepadatan tapi memang pada saat sore hari kemarin yang hari Jumat itu itu masyarakat menumpuk di Stasiun Tanah Abang karena semua orang yang tadinya tersebar di pasar itu menuju ke satu titik di Stasiun Tanah Abang," jelasnya.

Pada kesempatan sebelumnya Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (KAI) Dadan Rudiansyah menjelaskan rekayasa KRL untuk mengurangi kepadatan penumpang, kereta tidak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. Karena hal itu, dia meminta agar masyarakat dapat mendatangi stasiun terdekat, yakni Stasiun Duri ataupun Karet.

"Jadi nanti dialihkan ke stasiun-stasiun kiri-kanan (Duri dan Karet) biar enggak menumpuk di Tanah Abang," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan melakukan pengendalian untuk pembatasan calon penumpang yang akan menggunakan KRL. Yakni mulai dari kawasan sebelum menaiki jembatan penyeberangan multiguna (JPM).

"Kemudian juga di sisi utara, di ujung utara Jalan Jatibaru, di situ ada tempat untuk Transjakarta masuk, itu akan jadi tempat antrean juga. Sehingga nanti akan ada penertiban untuk antre masuk ke dalam stasiun," ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengatakan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami peningkatan. Yakni bila dibandingkan dengan jumlah pengunjung pada Sabtu (1/5) yang mencapai 87 ribu orang.

"Hari Sabtu terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang sebelumnya 35 ribu jadi 87 ribu. Dan hari ini data sementara diperkirakan sekitar 100 ribu pengunjung," jelas Anies.

Namun, aksi penertiban oleh Pemprov DKI dinilai terlambat. Anggota DPRD DKI Gilbert Simanjuntak mengatakan, keramaian di Pasar Tanah Abang terjadi akibat adanya kelalaian pihak terkait.

"Saya lihat ada yang lalai dengan tugasnya dan harus ada yang bertanggungjawab," ucap Gilbert.

Sementara Wakil Ketua DPRD Zita Anjani mengatakan aktivitas perekonomian di Pasar Tanah Abang merupakan hal wajar mendekati lebaran. Hanya saja Pemprov DKI dan masyarakat wajib sama-sama menyadari dan tertib dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ini momentum lebaran. Boleh buka, boleh belanja, tapi tetap prokes. Jadi ekonomi terus jalan, kesehatan tetap terjaga," kata Zita. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini