Jokowi pertanyakan keberhasilan operasi yustisi selama ini

Selasa, 16 Juli 2013 14:29 Reporter : Nurul Julaikah
Jokowi-MRT. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Operasi yustisi telah menjadi agenda rutin yang dilakukan Pemprov DKI setelah Lebaran. Namun, di era Gubernur Joko Widodo (Jokowi) operasi yustisi tak akan digelar.

Sebab, Jokowi menilai operasi yustisi tak efektif untuk mencegah urbanisasi ke Ibu Kota. "Saya tanya, operasi yustisi sudah diadakan beberapa puluh tahun? Penduduk tambah atau tidak? Karena memang belum ketemu jurus yang lain. Kalau ketemu jurus lain, nanti akan kita sampaikan," ucap Jokowi di Senayan, Jakarta, Selasa (16/7).

Lantas apa yang akan dilakukan Jokowi untuk mengerem kedatangan penduduk daerah ke Jakarta pasca-Lebaran? Jokowi mengaku akan mengajak para pemudik agar saat kembali ke Jakarta tidak membawa saudara dan kerabatnya.

"Nyatanya kan juga tambah-tambah. Ini baru dalam proses. Jurus imbauannya seperti apa nanti akan kita umumkan," jelasnya.

Alternatif lain yang akan dicoba Jokowi yakni kampanye besar-besaran. Selain itu ada juga kemungkinan sistem kependudukan akan diatur untuk menghambat penambahan pendatang ke Jakarta.

"Kalau operasi yustisi saat Lebaran kembali dari mudik. Tapi pas kembalinya saat itu, apa bedanya? Hanya seminggu dua minggu saja. Yang setahun? Ya kan?," ungkapnya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi Ahok
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.