Jokowi ogah bujuk 90 perusahaan tetap di Jakarta

Reporter : Nurul Julaikah | Rabu, 20 Maret 2013 13:41
Jokowi ogah bujuk 90 perusahaan tetap di Jakarta
Jakarta Padat. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 90 perusahaan siap meninggalkan Jakarta sebagai lahan usaha jika Jokowi tak mengabulkan penangguhan upah buruh. Menanggapi ancaman pengusaha, Jokowi santai dan menganggap itu hanya dinamik.

"Yang namanya dunia usaha, yang namanya orang usaha, itu pasti melihat yang untung di mana. Kalau mereka investasi di China sudah enggak untung, kemudian melihat Indonesia untung, mereka akan berbondong-bondong ke Indonesia, itu yang namanya dunia usaha pasti seperti itu," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/3).

Mantan wali kota Solo ini menceritakan, pengusaha selalu berprinsip jika sebuah daerah menganggap UMP memberatkan perusahaan untuk menggaji para pekerjanya, maka akan bergeser ke daerah yang memiliki UMP rendah.

"Memang kewajiban kita untuk memberi tahu (pengusaha), 'Jangan (pindah), kalau bisa di sini saja lah', gitu. Tapi kalau memang enggak bisa dicegah ya gimana," paparnya.

Di mata Jokowi kepergian puluhan perusahaan itu tak akan mengganggu iklim investasi di Jakarta. Sebab, Jakarta sebagai ibu kota adalah kota jasa perdagangan bukan pusat kota industri.

"Memang kita dari dulu visi kota memang seperti itu, kalau kita mau masuk ke sebagai kota industri, ya beda soal, arah kota tuh kita harus tahu," jelas bapak tiga anak ini.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menjelaskan, dari tiga ratusan perusahaan yang mengajukan penangguhan upah, ada sekitar 80 perusahaan yang disetujui. Keputusan tersebut dilihat dari perusahaan-perusahaan yang berbasis padat karya.

"Sudah ada, mungkin 80an. Perusahaan-perusahaan yang berbasis padat karya memang kita berikan, tapi cek di Dinas Tenaga Kerja ya," imbau Jokowi.

Sekadar diketahui, puluhan perusahaan itu menolak UMP DKI sebesar Rp 2,2 juta.

[lia]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Jokowi Ahok

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE