Jokowi akui tak punya jurus jitu kontrol pendatang

Jumat, 9 Agustus 2013 16:43 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu
Jokowi nyemplung di lokasi banjir Ulujami. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Para pendatang baru ke Jakarta yang dibawa pemudik Lebaran selalu menjadi persoalan setiap tahunnya. Di era Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke), Operasi Yustisi Kependudukan kerap dilakukan untuk menghadang pendatang tak ber-KTP tersebut.

Namun cara itu tidak akan digunakan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) sekarang. Alih-alih melakukan operasi sejenis, Jokowi mengakui tak punya jurus jitu untuk mengontrol para pendatang.

"Kalau imbauan itu sebelum mereka mudik, di bus, RT, RW, kelurahan. Ini kan kita imbauan. Di operasi pun juga sudah puluhan tahun ga ada hasil, belum punya jurus yang jitu," kata Jokowi saat mengunjungi korban banjir di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (9/8).

Jokowi mengatakan, dia tak mungkin memagari Jakarta dari para pendatang. "Mau apa? Ga mungkin juga Jakarta dipagari, kemudian diberi pintu, kan ga mungkin," ujar dia.

Cara mengontrol pendatang, kata Jokowi, tak lain adalah memajukan pembangunan di daerah-daerah asal pendatang.

"Ya mendorong investasi ke daerah-daerah, mendorong peredaran uang lari ke daerah-daerah, sehingga di sana tumbuh, ada lapangan pekerjaan, atau ada investasi, itu aja," ujar Jokowi yang mengenakan kemeja putih. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi
  2. Mudik
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.