JNF 2013 ricuh, ini pembelaan Kasatpol PP DKI

Rabu, 1 Januari 2014 20:46 Reporter : Fikri Faqih
JNF 2013 ricuh, ini pembelaan Kasatpol PP DKI jokowi nyanyi dangdut di JNF 2014. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Rombongan kirab Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kemarin, Selasa (31/12), meninggalkan Balai Kota DKI Jakarta saat waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kukuh Hadi Santoso mengatakan keluar lebih awal karena permintaan Jokowi.

"Pak gubernur memang inginnya agar keluar lebih awal, karena ingin berjumpa dengan masyarakat," ungkap Kukuh saat dihubungi, Rabu (1/1).

Kukuh menambahkan, dirinya menyetujui permintaan Jokowi karena jika terlalu mepet waktunya masyarakat akan semakin ramai. Sehingga barisan rombongan kirab Jokowi Ahok akan semakin sulit untuk mencapai panggung utama Jakarta Night Festival (JNF) yang berada di Bundaran HI.

"Kalau terlalu mepet nanti kita tidak bisa menembus ratusan masyarakat yang menunggu pak gubernur," ujarnya.

Namun, saat melakukan kirab, Jokowi dan Ahok sering melakukan pemberhentian dan menyapa masyarakat. Kukuh mengatakan, itu dilakukan untuk mengulur waktu. Sehingga Jokowi dan Ahok tidak terlalu lama di panggung utama.

"Memang sering berhenti-henti, tujuannya agar pak gubernur tidak terlalu lama nanti di panggung utama. Ini demi keselamatan Pak Gubernur," tutupnya.

Sebelumnya, saat sedang menyapa warga. Jokowi basah kuyup disiram air oleh orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi saat Jokowi bersama Ahok berhenti di Bundaran HI menuju Monas untuk nyanyi berduet dengan Rhoma Irama. Sekejap setelah tragedi penyiraman Jokowi, petugas keamanan langsung menangkap pelaku.

[tyo]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini