Jika Ahok-Djarot menang, Bupati Ngawi ajak PKL Jakarta ke Blitar

Senin, 27 Maret 2017 14:34 Reporter : Fikri Faqih
Jika Ahok-Djarot menang, Bupati Ngawi ajak PKL Jakarta ke Blitar PKL raup untung aksi demo 2 Desember. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - ‎Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mendapatkan dukungan dari kader PDI Perjuangan yang menjabat sebagai kepala daerah. Setelah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kini giliran Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Saat acara silaturahmi antara Djarot Saidul Hidayat dengan UKM di Kelurahan Susukan, Jakarta Timur, Senin (27/3), Budi mempromosikan Djarot yang dianggap telah berhasil sebagai Wali Kota Blitar selama dua periode.‎ Salah satu keberhasilannya adanya menata pedagang kaki lima (PKL), bukan melakukan penggusuran.

"Konsep beliau (Djarot) itu PKL ditata agar nyaman dan bersih, tidak untuk digusur. Sudah pada pernah ke Blitar belum?" katanya kepada pada pedagang di acara silaturahmi dengan UKM‎ di Kelurahan Susukan, Jakarta Timur, Senin (27/3).

Kebanyakan pedagang yang hadir hanya menggelengkan kepala mendengar pertanyaan dari kader PDI Perjuangan itu. Melihat reaksi tersebut, Budi menjanjikan akan memberangkatkan mereka ke Blitar jika calon petahana menang.

"Begini, kalau beliau (Djarot) menang, aku siapin bus buat ke sana. Jadi supaya ngerti kalian PKL di sana (Blitar) kalau Ahok-Djarot menang, tetapi di TPS-mu kalah enggak melu," tutupnya.

Selain Budi, tampak pula Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko dan Bupati Tulangbawang terpilih Winarti. Djarot mengatakan, kampanye model seperti ini merupakan hal yang wajar dan biasa dilakukan oleh PDI Perjuangan.

"Saya mau sampaikan ini semua kader PDI Perjuangan datang ke Jakarta, baik kepala daerah, pimpinan DPRD, semua datang ke Jakarta untuk sama-sama menangkan Pilkada DKI," katanya.

Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, dari 101 daerah yang mengikuti Pilkada Serentak 2017 hanya tinggal Jakarta saja yang belum selesai. Sehingga kini kader-kader partai besutan Megawati Soekarnoputri itu berbondong-bondong menangkan pasangan petahana.

"Jakarta tinggal satu-satunya Pilkada tahun 2017, hingga seluruh kader PDI Perjuangan sukarela datang untuk gotong royong. Ini bukan‎ soal memenangkan Gubernur dan Wakil Gubernur atau memenangkan Ahok-Djarot, ini persoalan Indonesia," tutup Djarot. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini