Jeritan PKL di Tebet: Kalau Digusur Saya Pulang Kampung

Rabu, 28 Agustus 2019 14:55 Reporter : Merdeka
Jeritan PKL di Tebet: Kalau Digusur Saya Pulang Kampung PKL di Cikini. ©2019 Merdeka.com/ahdania kirana

Merdeka.com - Pemprov DKI melarang para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di sepanjang trotoar. Saat ini, Dinas Bina Marga DKI tengah merevitalisasi sejumlah trotoar yang dikhususkan bagi pejalan kaki.

Ihwal aturan itu, Imam, pedagang ketoprak di kawasan Stasiun Tebet, mengakui berdagang di trotoar mengganggu pengguna jalan. Tapi, karena kebutuhan mencari nafkah, terpaksa harus dilakukan.

"Kalau dagang di trotoar sebenarnya sih enggak bagus, tapi mau gimana lagi gitu ya, kita kan nyari nafkah terus enggak ada lahan juga buat sewa tempat," kata Imam sambil menjajakan dagangannya di trotoar Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (28/8).

Dia mengatakan, lahan yang minim dan biaya sewa yang mahal juga menyebabkan banyaknya pedagang berjualan di trotoar.

Imam yang sudah berjualan selama tiga tahun, merasa malu mencari nafkah di atas trotoar. Menurutnya, trotoar adalah hak pejalan kaki, tetapi niat Imam berjualan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Mungkin kalau difasilitasi sih, Alhamdulillah. Sekarang di Jabodetabek, sudah banyak lokasi yang UMKM, itu semua sudah ada pembinaannya," ujarnya.

Menurut Imam, PKL di kawasan Stasiun Tebet sudah mendapat pembinaan dari UMKM, saat ini Imam masih berharap para pedagang difasilitasi tempat untuk berjualan.

"Kalau di sini paguyuban jadi sudah ada pembinaan, jadi tinggal tahap perapihan doang, cuma kan di sini beda sengketa, beda wilayah," ujar dia.

Kawasan Stasiun Tebet, para pedagang masuk ke dalam sebuah lingkup paguyuban. Dari paguyuban itu, pedagang sudah mendapat pembinaan, jadi sewaktu-waktu digusur hanya mengikuti dari pihak UMKM saja.

Rencana Usai Digusur

Imam merasa patah arang jika benar lokasi dagangnya akan dilarang oleh Pemprov DKI. Sehingga, kemungkinan jika tak lagi mendapat tempat untuk jualan, satu-satunya jalan keluar yakni kembali ke kampung halaman.

"Kalau terjadi pergusuran di sini, saya pribadi sih pulang kampung," ujar Imam.

Sementara pedagang gorengan di sekitar Tebet, Sanarji merasa tak tahu harus berbuat apa jika dagangannya tak boleh dijajakan lagi di trotoar. Dia tinggal menunggu perintah ketua paguyuban saja.

"Saya gak tahu, saya ngikutin dari ketua paguyuban aja," kata Sanarji.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho juga menjelaskan, pelebaran trotoar itu bertujuan agar pejalan kaki dapat terasa nyaman ketika menuju atau dari stasiun serta halte.

Rencananya Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta akan merevitalisasi 31 trotoar yang berintegrasi dengan moda transportasi umum. Seperti halnya stasiun MRT, LRT, KRL hingga halte Transjakarta.

Reporter Magang: Chicilia Inge [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PKL
  3. Penertiban PKL
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini