Hot Issue

Jakarta, Corona dan PSBB Jilid II

Senin, 14 September 2020 06:02 Reporter : Henny Rachma Sari
Jakarta, Corona dan PSBB Jilid II Akhir Pekan Warga Jakarta Jelang PSBB. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Berikut pembatasan yang diterapkan dalam PSBB kali ini:

Merdeka.com - 1. Kantor pemerintahan di zona risiko tinggi maksimal 25 persen pegawai. Jika ada pegawai positif Covid-19, maka satu gedung perkantoran akan ditutup selama 3 hari.

2. Restoran, rumah makan, kafe hanya menerima pesan antar atau bawa pulang. Layanan makan di tempat dilarang.

3. Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan batasan kapasitas paling banyak 50 persen pengunjung yang berada dalam lokasi dalam waktu bersamaan. Restoran, rumah makan, kafe di dalam
pusat perbelanjaan hanya boleh menerima pesan antar atau bawa pulang.

4. Tempat ibadah di lingkungan permukiman yang digunakan oleh warga setempat dapat beroperasi. Tempat ibadah yang dikunjungi peserta dari berbagai komunitas, misal: masjid raya, dan
tempat ibadah yang berada di wilayah zona merah ditutup sementara.

5. Lokasi yang potensi mengundang kerumunan massa ditutup. Seperti:
- Sekolah dan institusi pendidikan
- Kawasan pariwisata dan taman rekreasi
- Taman kota dan RPTRA
- Sarana olahraga publik: (olahraga dilakukan secara mandiri di lingkungan sekitar rumah)
- Tempat resepsi pernikahan: (pernikahan dan pemberkatan perkawinan dapat dilakukan di KUA atau kantor catatan sipil)

6. Transjakarta, MRT, LRT, KRL CommuterLine, Taksi, angkot hanya boleh mengangkut 50 persen penumpang dari kapasitas.

7. Transportasi berbasis aplikasi diperbolehkan angkut penumpang dan barang asal pengemudi menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

8. Kendaraan pribadi hanya boleh diisi maksimal 2 orang per baris kursi, kecuali 1 domisili.

9. Ganjil genap ditiadakan.

10. Bila pasien Covid-19 di DKI menolak isolasi mandiri, maka akan dijemput penegak hukum.

11. Selama PSBB, 11 sektor usaha ini tetap boleh beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi kapasitas 50 kesehatan, yakni Kesehatan, Bahan pangan (makanan, minuman), Energi, Komunikasi dan teknologi informasi, Keuangan (Perbankan, Sistem Pembayaran, Pasar Modal), Logistik, Perhotelan, Konstruksi, Industri strategis, Pelayanan dasar (utilitas publik dan
industri yang ditetapkan sebagai objek
vital nasional dan objek tertentu), Kebutuhan sehari-hari. Industri strategis yang beroperasi di Jakarta wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan pembatasan kapasitas 50 persen.

[rhm]

Halaman

Show All
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini