Ini sosok politikus Gerindra yang maki Ahok goblok di rapat mediasi

Kamis, 12 Maret 2015 09:06 Reporter : Lia Harahap
Ini sosok politikus Gerindra yang maki Ahok goblok di rapat mediasi Mediasi Ahok dan DPRD DKI. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Rapat mediasi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD soal APBD 2015 yang berlangsung di Kementerian Dalam Negeri berakhir ricuh. Saat itu, DPRD tak senang dengan nada bicara Ahok, sapaan Basuki, yang memerintah Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi, menjelaskan proyek UPS 2014.

Ahok memang dengan nada keras sambil menunjuk ke arah Anas minta membeberkan masuknya dana pengadaan proyek UPS di beberapa sekolah yang nilainya capai Rp 5,8 miliar. Ahok dianggap tak etika dan sopan santun.

Geram melihat ulah arogan Ahok, sejumlah anggota DPRD yang hadir langsung berteriak. Saling bersahutan, mereka melemparkan kata cacian pada Ahok yang kemudian dievakuasi keluar gedung rapat setelah berpamitan dengan Sekjen Kemendagri, Yuswandi.

Tapi teriakan terus menggema. Mulai dari kata goblok hingga makian anjing terdengar ditambah riuhnya suasana.

Sempat beredar kabar, peneriak anjing adalah anggota DPRD dari Fraksi PKS, Tubagus Arif. Tapi dia sudah membantah.

Kemarin kembali terungkap peneriak kata goblok saat rapat mediasi yang berakhir deadlock itu. Pria itu adalah anggota fraksi Partai Gerindra, Prabowo Soenirman.

"Saya tegas yang katakan goblok itu memang saya," ujar Prabowo saat dihubungi, Selasa (10/3).

Seperti apa sosok pria yang menang di Dapil 4 Jakarta pada Pilpres 2014 lalu, berikut rangkuman yang dikutip dari berbagai sumber:

1 dari 4 halaman

Prabowo Soenirman ngaku kasar karena tiru Ahok

Mediasi Ahok dan DPRD DKI. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Bukan cerita baru soal Ahok dikenal sebagai sosok kerap meletup amarahnya. Sifat pemarah Ahok itulah yang kemudian ditiru Prabowo.

"Saya belajar dari Pak Gubernur yang sering ngomong bajingan. Teman-teman saya juga jadi sering ngomong brengsek," ungkap Prabowo di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Prabowo mengaku apa yang dilakukannya semata-mata karena emosi. Saat itu Ahok membentak dan menunjuk salah satu peserta mediasi, sehingga dia terbawa suasana ketika mediasi menjadi ricuh.

2 dari 4 halaman

Prabowo sebut guru pun sering sebut murid goblok

Mediasi Ahok dan DPRD DKI. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Prabowo menilai sah-sah saja dirinya melontarkan kata tak patut itu. Apalagi, katanya, itu diucapkan sebagai bentuk amarah.

Dia pun meminta tak ditanggapi berlebihan. Toh, katanya, Ahok pun suka seenaknya menyebut anak buah dan mitra kerja dengan kata serupa.

"Apa saya salah ini hanya soal emosi sesaat kok, dan karena melihat dia nunjuk-nunjuk, maki-maki, jadi emosi saya. Kalau 'goblok' saja dilaporkan berarti semua guru yang berkata 'goblok' harus dilaporkan juga dong," tambah Prabowo.

3 dari 4 halaman

Ucapan Prabowo ke Ahok berujung ke polisi

Mediasi Ahok dan DPRD DKI. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pendidikan melaporkan anggota DPRD DKI Jakarta ke polisi karena perkataan kasarnya pada Ahok saat rapat mediasi. Direktur LBH Pendidikan Ayat Hadiyat mengatakan, laporan itu sudah dilayangkan Senin kemarin,

"Yang dilaporkan adalah salah satu oknum DPRD," kata Ayat Hadiyat.

Dia menilai Prabowo sebagai anggota DPRD DKI telah melakukan perbuatan yang tidak pantas.

"Di akhir rapat ada rentetan teriakan-teriakan yang saya pikir sangat tidak pantas dilakukan oleh anggota Dewan yang sesungguhnya mereka adalah representasi perwakilan dari masyarakat," ujarnya.

Dia menjelaskan nomor aduan terkait laporannya adalah TBL/884/III/2015/PMJ/Dit Reskrimum. Menurut dia, ada beberapa pasal yang dituduhkan kepada oknum DPRD yang mengumpat Ahok.

"Tuduhan pasalnya itu Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 4 huruf b angka 2 jo Pasal 16 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 207 KUHP yaitu tentang kejahatan terhadap penguasa umum," jelasnya.

4 dari 4 halaman

Prabowo pernah didemo saat jadi ketua PD Pasar Jaya

Mediasi Ahok dan DPRD DKI. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Prabowo memang bukan orang baru di Pemprov DKI. Di zaman Gubernur Sutiyoso, dia pernah menjabat sebagai Kepala Perusahaan Daerah Pasar Jaya DKI Jakarta. Kemudia dia dimutasi  sebagai Kepala Biro Kearsipan.

Saat itu beredar kabar mutasi itu dilakukan karena dirinya akan mencalonkan diri sebagai wakil gubernur. Meski dia itu dibantah Bang Yos yang memimpin upacara pelantikan.

Sosok Prabowo Soenirman juga sempat membuat ramai pada tahun 2006 itu juga. Saat itu, dia sempat didemo sejumlah pedagang kecil karena diduga melakukan mark up pembangunan Pasar Muara Angke, meskipun kabar itu kemudian menguap begitu saja. [ary]

Baca juga:
Survei: 63,4 % warga Jakarta lebih percaya Ahok ketimbang DPRD DKI
Ahok: DPRD DKI gak perlu lagi bangun-bangun opini di televisi
Ahok soal dipolisikan anggota DPRD DKI: Biasa saja itu, hak semua
Ahok sindir DPRD: Mereka enggak pingin dong enggak dapat rejeki
Ini pesan Ganjar untuk Ahok soal kisruh dengan DPRD
Setelah 'Dana Siluman', kini muncul game 'Lulung Versus Ahok'

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini