KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ini perbedaan cara memecat bawahan ala Jokowi dan Ahok

Jumat, 1 November 2013 00:26 Reporter : Nurul Julaikah
Jokowi. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) tiba-tiba hadir saat acara Bung Hatta Anticorruption Award 2013 tengah berlangsung. Dalam acara ini, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) yang menjadi wakilnya mendapatkan award sebagai tokoh anti korupsi.

Jokowi didapuk untuk memberikan kata sambutan. Mantan Wali Kota Solo itu menceritakan perbedaan antara dirinya dengan Ahok .

"Bedanya saya sama Pak Ahok banyak. Tapi saya perhatikan ada dua lah. Pertama, kalau saya pagi enggak makan, terus siang makan itu jam duaan. Kalau Pak Ahok pas siang lagi rapat itu, udah bingung, badannya gerak-gerak, laper. Ya sudah makan dulu," ujar Jokowi disambut gelak tawa hadirin di Gedung CIMB Niaga Jakarta, Kamis (31/10).

Kedua, lanjut Jokowi , mengenai persoalan memecat bawahan. Jokowi menceritakan, Ahok terlebih dahulu memarahi bawahannya sebelum dia pecat. Lain halnya dengan dirinya yang hanya diam saja dan besoknya langsung mencopot sang bawahan.

"Kalau saya enggak marah. Enggak marahin, tapi besok ilang," kata Jokowi .

Malam ini, Ahok mendapatkan penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award sebagai tokoh anti korupsi. Penghargaan ini diberikan karena karena Ahok dinilai sebagai pejabat yang komit terhadap pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi yang sedang digalakkan pemerintah.

"Penilaian tertinggi karena bukan hanya individunya yang bersih tetapi dampaknya. Dampak dari yang diberikan kepada masyarakat," ujar Dewan Juri, Luki Djani.

Ahok juga dinilai yang memunculkan ide pembayaran pajak secara online di Jakarta. Kemudian penertiban PKL Tanah Abang yang membuatnya berhadapan dengan preman.

Tak hanya itu, Ahok secara rutin mempublikasikan laporan biaya penunjang operasional Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dalam situs resmi milik Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Ahok , penghargaan ini membuktikan bahwa masih ada pejabat yang jujur dan bersih saat korupsi mewabah di kalangan pemerintahan. "Ini membuktikan masih ada pejabat yang jujur," tegas Ahok .

Ada sebanyak 44 kandidat yang dinilai dewan juri Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA). Selain Ahok , Dirut PLN Nur Pamuji juga mendapat award sebagai pejabat yang komit terhadap pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.

Baca juga:
Korupsi di DKI terkuak, Jokowi tak takut diserang lawan politik
Maksimalkan anggaran, Jokowi belum berencana ganti kepala dinas
Jokowi berniat ganti Kasudin UMKMP Jakarta Timur
Ini alasan Jokowi suka gonta-ganti anak buah
Sukses tertibkan PKL Tanah Abang, wali kota Jakpus dipuji Ahok

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi Copot Pejabat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.