Ini alasan Ahok ingin ratakan pasar Blok G kebanggaan Jokowi

Rabu, 1 April 2015 10:56 Reporter : Fikri Faqih
Ini alasan Ahok ingin ratakan pasar Blok G kebanggaan Jokowi Jokowi tinjau kesiapan Blok G Pasar Tanah Abang. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Enggak laku kayaknya dengan suasana seperti itu. Jadi kami lebih baik kan sekarang lihat deh, para pengusaha ya, termasuk Jakarta Monorail kan dia pengen bangun kayak model Tanah Abang Blok A, Blok B, gituloh yang standar seperti itu


- Basuki Tjahaja Purnama

Merdeka.com - Salah satu program kebanggaan Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah peremajaan Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Karena pedagang kaki lima yang selama ini berada di trotoar jalan Tanah Abang direlokasi ke Pasar Blok G.

Namun, pasar yang mulai kehilangan pedagangnya, terutama untuk lantai 3, mengalami kerusakan parah. Bahkan dapat membuat retakan dari lantai atas hingga bawah. Untuk itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan merobohkan pasar tersebut.

Basuki atau akrab disapa Ahok menjelaskan penghancuran secara total pasar Blok G ini adalah solusi terakhir. Karena dia mengharapkan, pasar untuk relokasi pedagang kaki lima ini seperti Blok A dan B Tanah Abang.

"Enggak laku kayaknya dengan suasana seperti itu. Jadi kami lebih baik kan sekarang lihat deh, para pengusaha ya, termasuk Jakarta Monorail kan dia pengen bangun kayak model Tanah Abang Blok A, Blok B, gituloh yang standar seperti itu," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4).

Mantan politisi Gerindra ini mengungkapkan, pihaknya tidak ingin melakukan renovasi pasar karena biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Karena hasilnya, kualitas bangunan tidak akan meningkat, melainkan akan terus mengalami kerusakan.

"Perbaiki lagi enggak ketemu. Perbaiki lagi lebih mahal jatuhnya. Nah caranya gimana biar enggak keluar duit lelang aja ke swasta. Cuma pembagiannya mesti jelas buat kami, jangan kayak kasus Blok A lagi," tegasnya.

Untuk diketahui, pengelolaan Pasar Blok A Tanah Abang sampai saat ini masih belum dikembalikan ke Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, dia merencanakan akan membangun pasar yang tersambung antara Blok A dan Blok B untuk menarik pengunjung. Namun, para pedagang juga harus adil dalam harga dan barang dagangan. Ahok juga akan membedakan harga sewa kios untuk pedagang lama dan baru. Tujuannya untuk menghindari adanya monopoli pasar.

"Orang tinggal ekspansi tempat kan, kalau udah harganya enggak boleh seperti ini. Harganya harus dibagi nih. Ini ada subsidi nih, jadi pedagang yang lama berapa orang. Harganya tetap murah seperti itu, yang lain kerja sama dengan Blok A dan B," pungkasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini