Ikatan Arsitek: Monas Sakral, Jangan Paksakan Untuk Formula E

Jumat, 21 Februari 2020 13:19 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Ikatan Arsitek: Monas Sakral, Jangan Paksakan Untuk Formula E Monas jadi lintasan formula E 2020. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ikatan Arsitek Indonesia (AIA) ikut mengkritik rencana Pemprov DKI Jakarta menggelar balapan internasional Formula E di Monas. Sebab, Monas dinilai bukan cuma Cagar Budaya, melainkan lokasi sakral.

Ketua Umum AIA, Ahmad Djuhara menjelaskan, Pemprov DKI tidak bisa sembarangan mengubah kawasan Monas demi balapan Formula E. Dia menekankan, harus ada studi kelayakan sebelum dilakukan perombakan.

"Jadi kalau studi kelayakan enggak ada dan sudah dilaksanakan (revitalisasi), ini melanggar hukum. pejabatnya bisa kena," kata Djuhara saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (21/2).

Dia menjelaskan, studi kelayakan harus melibatkan banyak pihak. Termasuk sejarawan, arkeolog hingga antropologi untuk menentukan boleh tidaknya tempat itu diubah. Menurut dia, hal ini akan sulit dilakukan, ditambah sirkuit Formula E butuh pit stop, tribun penonton dan lainnya.

Baca Selanjutnya: Djuhara juga menegaskan Monas lokasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini