Hujan Deras Sebabkan Komplek Depsos di Jaktim Terendam Banjir

Selasa, 12 Februari 2019 06:47 Reporter : Nur Habibie
Hujan Deras Sebabkan Komplek Depsos di Jaktim Terendam Banjir Komplek Depsos Terendam Banjir. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak sore telah merendam sebagian pemukiman warga di kawasan Jakarta Timur. Salah satu kawasan yang terendam banjir yakni Komplek Departemen Sosial (Depsos), Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Banjir yang melanda kawasan tersebut hingga mencapai 50 centimeter hingga 1 meter di wilayah yang berada di dekat kali Cipinang. Banjir ini mengakibatkan aktivitas warga terganggu, karena banyak kendaraan roda dua yang mengalami mati mesin.

Iwan salah seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) ini mengatakan, banjir yang merendam kawasan Depsos ini terjadi sejak sore sekitar pukul 17.00 WIB. Ia pun menduga, banjir ini disebabkan kiriman air Depok dan Bogor, Jawa Barat.

"Ini kiriman dari Depok dan Bogor, ini komplek Depsos kedalaman 1 meter 20 centi, kalau di Kampung Dukuh semata kaki. Kalau di dalam sana langganan banjir, kita tunggu 2 sampai 3 jam surut atau tidak, ini belum surut dari sore. Biasanya banjir jam 5 jam 7 malam sudah surut, ini luapan kali Cipinang," katanya di lokasi, Jakarta, Senin (11/2) malam.

"Tapi kalau Ciliwung banjir di sini tidak, warga di dalam dulu banyak, setelah langganan banjir warga banyak yang ke rusun kini paling 20 KK. Ini Komplek Depsos biasanya banjir gini ada yang mengungsi namun sekarang masih bertahan, banjir ini kalau kita dari kelurahan kalau warga kesulitan pangan kita kelurahan siap," sambungnya.

Meskipun banjir hampir mencapai 1,5 meter, sejumlah warga masih banyak yang tetap tinggal di rumahnya. Terutama mereka yang memiliki hunian dua tingkat.

Sementara itu, Elvis salah seorang warga sekitar mengaku bahwa banjir di tempat ia tinggal itu sudah sangat sering terjadi. Apalagi, saat ini masih memasuki musim penghujan.

Dengan begitu, warga ingin agar pemerintah daerah maupun pusat dapat lebih peduli lagi terhadap warga yang pemukimannya sering dilanda oleh banjir. Terlebih lagi jika memasuki musim penghujan.

"Kalau hujan sering banjir, kalau kiriman bisa 2 hari baru surut di 2019 ini sudah ada 10 kali banjir," ujar Elvis. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir
  2. Banjir Jakarta
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini