Heru Budi soal Tarif Kampung Susun Bayam: Kalau Rp750.000 untuk Perawatan, Silakan

Jumat, 2 Desember 2022 09:07 Reporter : Lydia Fransisca
Heru Budi soal Tarif Kampung Susun Bayam: Kalau Rp750.000 untuk Perawatan, Silakan Kampung Susun Bayam. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mempersilakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengenakan tarif sewa Rp750.000 untuk Kampung Susun Bayam (KSB). Asalkan, uang tersebut digunakan untuk perawatan KSB.

"Kalau Rp750 ribu itu kebijakan untuk menghitung perawatan dan lain-lainnya, dianggap segitu, ya silakan saja," kata Heru saat ditemui di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (1/12).

Heru juga mengatakan, penetapan tarif sewa KSB diserahkan sepenuhnya kepada Jakpro. "Jakpro yang membangun, Jakpro yang me-manage itu. Kami serahkan ke Jakpro," tambah Heru.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berharap, warga dapat menerima penetapan tarif sewa KSB sebesar Rp750 ribu. Sebab, kata Pras, lokasi tempat tinggal warga tersebut tidak berubah.

"Mudah-mudahan itu bisa diterima mereka karena bukan apa-apa sekali lagi, mereka area tinggal di situ, sekarang mereka mendapatkan di situ," kata Pras.

Pras juga menambahkan, ia akan meninjau KSB bersama Heru Budi Hartono. Namun, ia tidak merinci waktu kunjungan tersebut.

"Saya juga dengan Pak Pj akan melihat ke sana," tambah Pras.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Jakpro mengatakan, tarif sewa KSB akan mengacu kepada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan. Dalam Pergub tersebut, tercatat bahwa rumah susun sewa dengan bangunan blok memiliki tarif sebagai berikut.

• Lantai 1 atau unit disabilitas lantai dasar untuk tipe 36 terprogram Rp394.000, umum Rp765.000.

• Lantai 2 untuk tipe 36 terprogram Rp369.000, umum Rp715.000.

• Lantai 3 untuk tipe 36 terprogram Rp344.000, umum Rp665.000.

• Lantai 4 untuk tipe 36 terprogram Rp319.000, umum Rp615.000.

• Lantai 5 untuk tipe 36 terprogram Rp294.000,umum Rp565.000.

VP Corporate Secretary Jakpro Syachrial Syarif mengatakan, besaran tarif sewa tidak lagi mengikuti tarif keekonomian Jakpro.

"Jadi besaran tarif ini akan mengacu kepada Pergub Nomor 55 Tahun 2018. Jadi bukan lagi berdasarkan perhitungan tarif keekonomian Jakpro. Ini perlu kita syukuri karena kita terus memperjuangkan agar warga sesegera mungkin bisa bermukim di KSB. Sesuai Pergubnya, kurang lebih Rp765.000," kata Syachrial kepada merdeka.com, Minggu (27/11). [tin]

Baca juga:
Temui Warga Kampung Bayam, Kesbangpol DKI: Kalau Pimpinan Dipaksa, Malah Jadi Ribet
Aksi Warga Kampung Bayam Mengungsi di Balai Kota
PKS: Masalah Kampung Susun Bayam Antara Warga dengan Pemprov dan Jakpro Bukan Anies
Kampung Susun Bayam Kena Tarif Sewa, DPRD DKI: Bom Waktu yang Ditinggalkan Anies
Keluh Kesah Warga Belum Bisa Menghuni Kampung Susun Bayam usai Terganjal Tarif Sewa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini