Heboh Busa di Pintu Air Ujung Menteng, Ini Tujuan dan Penyebabnya

Kamis, 7 November 2019 21:17 Reporter : Merdeka
Heboh Busa di Pintu Air Ujung Menteng, Ini Tujuan dan Penyebabnya pintu air ujung menteng. ©2019 Merdeka.com/abyan

Merdeka.com - Heboh buih busa yang memenuhi Pintu Air Wier 2, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/11). Rupanya, buih busa itu terjadi bukan tanpa sebab, tapi disengaja.

Awalnya, busa tersebut diduga berasal dari limbah rumah tangga atau pabrik yang dibuang oleh masyarakat di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Namun, menurut salah seorang operator pintu air wier 2 Ujung Menteng, buih busa ini berkaitan dengan kejadian yang merengut nyawa seseorang pada Selasa (5/11) pukul 19.00 WIB.

Seorang bocah berumur 10 tahun tenggelam di saluran air dekat rumahnya. Pencarian korban dimulai pada hari Rabu hingga hari Kamis (7/11) pagi.

Korban kemudian ditemukan tepat di bawah jembatan oleh Tim SAR gabungan serta dibantu petugas Damkar dengan kondisi korban sudah tidak bernyawa di kali KBT, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara.

1 dari 2 halaman

Pintu Air Ditutup

Setelah informasi tenggelamnya korban, operator pintu air diminta untuk menutup seluruh pintu air wier 2 untuk memperlambat aliran arus. Aliran arus yang berhenti guna memperlancar Tim SAR gabungan dalam pencarian korban tenggelam di kawasan KBT Cipinang Besar Selatan, agar jenazah korban tidak terbawa arus air dan cepat ditemukan serta dievakuasi.

Debit air yang semakin tinggi sejak penutupan seluruh pintu air wier 2 dalam pencarian korban tenggelam hingga pagi tadi membuat Tinggi Muka Air (TMA) melebihi batas rata-rata ketinggian air. Untuk mengurangi tingginya debit air tersebut, operator pintu air wier 2 membuka pintu air bagian atas dari pintu utama.

Banyaknya debit air yang mengalir ke bawah melalui pintu bagian atas tersebut kemudian menimbulkan buih busa menggenang pada pagi tadi di pintu air.

2 dari 2 halaman

Penjelasan Penjaga Pintu Air

Ano Romansah, salah seorang petugas operator pintu air yang ditemui di Kantor Operator, menyangkal limbah detergen yang menimbulkan buih busa tersebut. Pada Kamis setelah korban ditemukan, ia hanya membuka pintu bagian atas, jika pintu air terbuka semua maka petugas UPK Badan Air tidak bisa bekerja di KBT.

"Kita berhubungan sama UPK Badan Air, kalau kita buka semua pintu airnya mereka nggak bisa kerja karena arus air jadi kencang dan membahayakan," jelas dia.

Setelah proses evakuasi selesai dan UPK Badan Air selesai bertugas, seluruh pintu air wier 2 Ujung Menteng kembali dibuka untuk menghilangkan buih busa yang menimbun di depan pintu air tersebut.

"Saya angkat 15-20 cm supaya busa mencair, jadi atasnya dulu baru pintu bawahnya. Jadi busa yang ada di depan pintu air jadi mencair dan terbawa arus air," tutup dia.

Reporter Magang: Abyan Ghafara Andayarie [rnd]

Baca juga:
Serunya Lomba Panjat Pinang di Kanal Banjir Timur
Dilanda Kemarau, Debit Kanal Banjir Timur Surut
Keseruan Bermain Layang-Layang di KBT
Mengintip Perawatan Taman Bunga Matahari di BKT
Aktivitas Petani Kangkung Manfaatkan Lahan Kosong di KBT Cakung
Potret Pemburu Cacing Super Beromzet Jutaan Rupiah

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini