H-1 Lebaran Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk, Ini Kata Anies

Senin, 10 Juni 2019 12:50 Reporter : Merdeka
H-1 Lebaran Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk, Ini Kata Anies Jakarta sepi. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Jakarta lengang dari kendaraan selama sepekan libur Lebaran. Namun hasil penelitian dilakukan Walhi, kualitas udara di Jakarta pada H-1 Lebaran justru masih dalam kondisi buruk.

Menyikapi hasil penelitian Walhi, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berencana melakukan beberapa tahapan. Salah satunya menggunakan bahan-bahan energi yang tidak merusak lingkungan.

"Kalau terkait pembangkit listrik itu bukan wilayah kita. Kalau terkait kendaraan bermotor kita akan lakukan, bahkan sekarang kita sudah mulai lakukan menggunakan bus listrik," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (10/6).

Dia menyebut sebanyak 17 juta kendaraan bermotor setiap hari hilir mudik di Jakarta. "Maka bisa dibayangkan kualitas udara yang dihasilkan akibat dari residu polutan itu," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati, mengatakan penyebab utama buruknya kualitas udara bukan hanya dari gas timbal dari padatnya kendaraan bermotor. Sehingga, harus dilakukan penelitian apa yang menjadi sebab buruknya kualitas udara di Jakarta.

"Satu hari sebelum Lebaran kalau enggak salah kita menduduki peringkat pertama pada pagi hari ya. Kota yang paling terpolusi di dunia, dari indeks standar kualitas udara," kata wanita yang akrab disapa Yaya saat dihubungi, Minggu, 9 Juni 2019.

Yaya menjelaskan, tingginya mobilitas kendaraan di Ibu Kota menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara di Jakarta. Namun, kata dia, perlu juga dilihat sumber lainnya yang dapat mengakibatkan buruknya udara di wilayah Ibu Kota.

Senada dengan Yaya, juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mencatat, Air Quality Index (AQI) Jakarta pada Selasa, 4 Juni 2019 atau H-1 Lebaran, polusi udara sempat menyentuh 210 US AQI.

Angka tersebut menurut Yaya, justru menunjukkan, kota Jakarta menjadi juara kualitas udara terburuk di dunia pada hari itu.

"Jakarta sempat nomor satu (terburuk) dengan US AQI 210. Angka ini berarti masuk kategori sangat tidak sehat. Padahal Jakarta sangat lowong saat itu," ucap Bondan. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini