DPRD DKI Sebut Seleksi Usia di PPDB Jalur Zonasi Bina RW Jika Kuota Berlebih

Selasa, 30 Juni 2020 15:07 Reporter : Yunita Amalia
DPRD DKI Sebut Seleksi Usia di PPDB Jalur Zonasi Bina RW Jika Kuota Berlebih PPDB SMP Tangsel. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Jakarta, Iman Satria mengklaim jalur zonasi bina RW untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) merupakan usulannya. Iman mengatakan telah menghubungi secara langsung Kepala Dinas Pendidikan DKI.

"Itu usulan saya kemarin. Saya telepon ke Kepala Kadis supaya ada menambahkan kuota juga selain RW menambahkan juga di jalur prestasi ya alhamdulillah rupanya diterima sekarang," kata Iman saat dihubungi merdeka.com, Selasa (30/6).

Ia menuturkan, usulan itu disampaikan secara langsung kepada Kadisdik karena adanya sejumlah kasus calon peserta didik yang tidak lolos jalur zonasi, karena adanya seleksi usia.

Kendati teknis dan pelaksanaan jalur zonasi bina RW sama dengan zonasi yang telah dilakukan, Iman menegaskan pendaftaran di jalur tersebut berbeda. Karena, imbuhnya, di jalur RW sekolah akan memprioritaskan calon peserta didik yang tinggal di RW yang sama tanpa adanya seleksi usia.

Namun, jika kuota di sekolah tidak mencukupi menampung pendaftar, seleksi usia tetap diterapkan.

"Beda dong. Yang tinggal di RW terdekat Itu otomatis pasti diterima. Kalau seumpamanya melebihi kuota baru melihat usia," jelas Irman.

1 dari 1 halaman

Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka jalur baru untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020. Jalur tersebut bernama jalur zonasi bina RW. Pendaftaran jalur tersebut dibuka pada 4 Juli.

"Hari ini kami mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan membuka jalur yang namanya jalur zonasi untuk bina RW sekolah," ujar Nahdiana dalam konferensi pers, Selasa (30/6).

Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka jalur zonasi bina RW untuk siswa yang tidak lolos Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur afirmasi dan zonasi. Jalur ini akan dibuka 4 sampai 6 Juli 2020.

"Maka kami umumkan Pemprov DKI membuka jalur zonasi untuk bina RW sekolah," ungkap Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana melalui konferensi video, Selasa (30/6).

Jalur ini diperuntukan bagi siswa yang belum lolos dalam seleksi PPDB padahal jarak tempat tinggalnya tak jauh dari sekolah. Adanya jalur ini disebut Nahdiana memberikan kesempatan calon peserta didik baru hanya bisa memilih sekolah yang berada di RW domisilinya.

Dia menjelaskan alasannya terdapat jalur bina RW karena jumlah pendaftar dengan ketersediaan sekolah di masing-masing wilayah tidak merata. Terpenting, usia masih menjadi seleksi di jalur ini.

"Sebaran penduduknya di tiap sekolah tidak sama jadi nanti ketika satu RW banyak maka itu tadi usia kami akan seleksi. Ini untuk anak-anak yang tinggal di satu RW dengan sekolah," jelasnya.

Lebih lanjut, Nahdiana menuturkan, untuk jalur ini, pihaknya mengupayakan menambah kuota siswa di setiap kelas dari 36 siswa menjadi 40 siswa. Hal ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan disetujui.

Namun Nahdiana mengingatkan kuota pada tiap sekolah masih bergantung dengan jumlah minat siswa di setiap RW. Sehingga pemeringkatan dalam seleksi tetap berlaku untuk jalur ini.

"Ada RW yang anaknya melebihi dari rombongan belajar yang ada, sehingga seleksi berikutnya kami [tetap] menggunakan seleksi usia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nahdiana menekankan jalur ini tidak akan mengganggu porsi jalur prestasi akademis yang bakal dibuka 1 sampai 3 Juli.

Jalur prestasi akademis bakal dibuka dengan seleksi berdasarkan nilai rapor. Ia menyatakan tidak ada seleksi berdasarkan zona dalam jalur ini dan peserta yang tidak lolos jalur zonasi dihimbau mendaftar lewat sini.

PPDB jalur zonasi banyak dikritik karena aturan usia yang diduga menyebabkan banyak siswa berusia muda masuk sekolah negeri. Banyak orang tua menuntut PPDB jalur zonasi dibatalkan dan diulang. [fik]

Baca juga:
Disdik DKI Buka Jalur Baru PPDB Zonasi Bina RW
PPDB DKI Jalur Zonasi Diprotes, DPR Terima Aduan Orang Tua Siswa dan KPAI
Syarat Usia PPDB DKI Tuai Polemik, Komisi X Minta Kemendikbud Turun Tangan
Geruduk Kemendikbud, Orang Tua Minta Menteri Nadiem Batalkan PPDB Jakarta 2020
DPR Nilai PPDB DKI dan Permendikbud Tidak Sinkron Picu Diskriminasi Calon Siswa
KPAI Desak Dinas Pendidikan Revisi Minimal Kuota PPDB Jalur Zonasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini