DPRD DKI Akan Panggil Dinas SDA Pertanyakan Penanganan Banjir Jakarta

Senin, 22 Februari 2021 10:34 Reporter : Yunita Amalia
DPRD DKI Akan Panggil Dinas SDA Pertanyakan Penanganan Banjir Jakarta Banjir rendam permukiman di Pondok Labu. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Banjir Jakarta yang terjadi akhir pekan lalu, merenggut lima orang korban jiwa. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, lima korban ini meninggal saat banjir pada 18-19 Februari 2021. Sejumlah wilayah di ibu kota terendam banjir dengan ketinggian beragam.

Komisi D DPRD DKI Jakarta menjadwalkan pemanggilan Dinas Sumber Daya Air (SDA) terkait penanganan banjir, Senin (22/2). Ketua Komisi D, Ida Mahmudah mengatakan, fokus yang akan ditanyakan kepada Dinas SDA antara lain tentang sumur resapan atau drainase vertikal.

"Ini kita mau rapat sama Dinas SDA. Iya (membahas drainase vertikal atau sumur resapan)," ucap Ida saat dikonfirmasi, Senin (22/2).

Hujan intensitas ekstrem mengguyur kawasan Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) pada Jumat-Sabtu, 18-19 Februari, dan mengakibatkan banjir di hampir seluruh dataran ibu kota.

Dari peristiwa tersebut, Pemprov DKI mencatat 49 RT dari 30.470 RT terdampak banjir. Kemudian, 5 orang dinyatakan meninggal pada kondisi banjir. Sebanyak 1.722 warga Jakarta Timur mengungsi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan seluruh kegiatan perekonomian di Jakarta kembali normal pada Senin (22/2). Setelah banjir pada Jumat-Sabtu, 18-19 Februari, merendam hampir sebagian ibu kota. Dia menegaskan, kondisi Jakarta hari ini dipastikan sudah tidak ada lagi genangan.

"Hari Senin dini hari jam 3 pagi tadi dipastikan 100 persen sudah surut. Jadi alhamdulillah hari Senin pagi seluruh kegiatan perekonomian kegiatan pemerintahan bisa berlangsung tanpa ada gangguan sedikit pun, akibat curah hujan ekstrem pada hari Sabtu yang lalu," kata Anies, di Balai Kota, Senin (22/2).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan, kondisi tersebut merupakan upaya positif yang dilakukan Pemprov DKI bersama seluruh jajaran terkait dalam penanganan banjir Jakarta 2021. Sebab menurutnya, dengan curah hujan intensitas ekstrem banjir di Jakarta telah surut dalam kurun 24 jam.

Anies juga berjanji terus meningkatkan kinerja Pemerintah Provinsi DKI menghadapi prediksi cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga akhir Februari. Diharapkan dari optimalisasi kinerja beban warga terhadap dampak banjir bisa sedikit berkurang.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyampaikan, curah hujan di Jakarta pada Jumat-Sabtu kemarin mencapai 226 mm per hari. Angka ini melebih curah hujan di kota-kota penyangga Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor, sebesar 150 mm lebih per hari.

Mengutip penjelasan dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosifisika (BMKG) kategori curah hujan terbagi menjadi 4 jenis;

0 mm per hari: Berawan

0.5 – 20 mm per hari : Hujan ringan

20 – 50 mm per hari : Hujan sedang

50 – 100 mm per hari : Hujan lebat

100 – 150 mm per hari : Hujan sangat lebat

Di atas 150 mm per hari : Hujan ekstrem

"Persiapan kita sebelum memasuki musim hujan alhamdulillah menunjukan tanda tanda pelaksanaan yang baik curah hujan ekstrem dalam waktu 1 hari semuanya sudah bisa tertangani dengan baik," kata Anies. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini