KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Djarot perintahkan Adhi Karya bongkar tiang monorel di Rasuna Said

Jumat, 11 Agustus 2017 14:31 Reporter : Nurul Afrida
Tiang monorel. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memerintahkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk membongkar tiang bekas monorel di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sebab, puluhan tiang yang mangkrak tersebut hanya menyumbang kemacetan lantaran ruas jalan yang terpakai.

"Kuningan, Rasuna Said itu tiang-tiang bekas monorel, saya minta kepada Adhi Karya untuk segera bongkar sehingga jalannya gede," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

Pembongkaran itu dilakukan agar nantinya tidak ada lagi yang namanya jalur lambat dan jalur cepat di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, karena akan ditutup, sehingga jalanan menjadi lebar.

"Sehingga lebar itu yah. Karena itu mau dipindah ke jalan yang di tengah. Dan pengerjaannya itu harus malam hari supa enggak menimbulkan kemacetan," terang Djarot.

Sementara itu, terkait rencana larangan pemotor melintas di kawasan Patung Kuda, Monas hingga Bundaran Senayan, Djarot menyebut hal itu masih terus dikaji.

"Ini kan masih dikaji terus ya, dikaji dengan BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodatabek) ya Dinas Perhubungan terutama tentang kendaraan roda dua, dan perluasan untuk ganjil genap sampai Rasuna Said," tuturnya.

Djarot menyampaikan, jika nanti bentuknya dalam masuk dalam rancangan peraturan gubernur (pergub). Djarot menilai jika menggunakan peraturan daerah (perda) memerlukan waktu lama.

"Pergub, kalau perda lama. Tapi, nanti kan akan kita kaji betul itu yah," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperluas kawasan larangan sepeda motor melintas di jalan Ibu Kota. Pemprov berdalih pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, rencana ini masih dalam tahap melakukan Focus group discussion (FGD). Jika FGD ini dinyatakan siap, September akan mulai diujicobakan.

"Salah satunya tentang perluasan larangan sepeda motor melintas di beberapa ruas DKI. Kalau hasil FGD ini oke, maka paling lambat September akan kita ujicobakan sepeda motor untuk melintas," kata Sigit.

Kawasan larangan sepeda motor rencananya diperluas dari Patung Kuda Monas sampai Bunderan Senayan atau sepanjang kawasan Sudirman-Thamrin yang akan dilakukan secara permanen.

Dengan larangan ini maka, pengguna kendaraan roda dua akan 'dipaksa' beralih menggunakan angkutan umum. Dengan begitu kemacetan dapat terurai. Selain itu, wacana ini juga rencananya untuk mendukung perluasan trotoar Sudirman-Thamrin yang memakan badan jalan. [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.