Djarot khawatir orang ramai-ramai daftar jadi Pak Ogah karena digaji

Selasa, 25 Juli 2017 11:37 Reporter : Syifa Hanifah
Djarot khawatir orang ramai-ramai daftar jadi Pak Ogah karena digaji Pak Ogah ngatur lalu lintas. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Metro Jaya berencana menggaji tenaga Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) atau biasa disebut Pak Ogah dengan upah minimum regional (UMR). Mereka akan diberdayakan untuk membantu mengurai kemacetan lalu lintas di beberapa titik jalan ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat belum mendapatkan informasi terkait wacana memberdayakan Pak Ogah.

"Saya belum dapat ‎informasi dari mereka, dari pak polisi. Terus berapa orang, fungsinya seperti apa. Dan pak ogah 'enggak mematok' mereka yang putar balik, gak patok biaya, itu kan sukarela," kata Djarot di Balai Kota, Selasa (25/7).

Mantan Wali Kota Blitar ini mengakui keberadaan Pak Ogah sangat membantu mengatasi kemacetan. Apalagi kepolisian dan Dinas Perhubungan memiliki keterbatasan tenaga untuk mengatur lalu lintas.

"Alasannya pasti kan begitu ya. Nah maka perlu dievaluasi dan kita bicarakan. Jangan kemudian setelah itu wah nanti orang ramai-ramai jadi Pak Ogah," kata Djarot.

Terkait kemungkinan memberdayakan Pak Ogah seperti Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), Djarot masih akan melakukan kajian terlebih dahulu. Karena untuk tim PPSU memiliki waktu kerja, sedangkan Pak Ogah tidak memiliki waktu kerja.

"( Pak Ogah) Kalau muncul pada saat jam-jam sibuk saja, sedangkan PPSU kan kerjanya ada waktunya sesuai jam kerja, dibagi dalam tiga shift. Tapi enggak ngerti, kita belum ada rencana," ucapnya.

Untuk diketahui, wacana ini dimunculkan Polda Metro Jaya karena Jakarta tengah melakukan banyak pembangunan infrastruktur sehingga beberapa ruas lalu lintas mengalami kemacetan.

"Supeltas merupakan sukarelawan pengatur lalu lintas diharapkan diberi bantuan dari CSR dari beberapa perusahaan setempat yang nilainya setara UMR (Upah Minimum Regional)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra di Jakarta, Sabtu (22/7).

Halim mengatakan mengenai anggaran dana akan dibicarakan dengan pemerintah daerah (pemda) melalui dana Company Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan. Pak Ogah ini nantinya juga dibekali rompi khusus dan peralatan menunjang pekerjaan mereka.

Halim mengharapkan dengan gaji tersebut tidak akan ada lagi pungli dilakukan para Pak Ogah terhadap para pengendara khususnya roda empat seperti sering dikeluhkan. Dengan berdayakannya Pak Ogah ini menjadi Supeltas selain akan membantu tugas kepolisian juga membantu mengurangi pengangguran di Jakarta.

Selain membentuk Tim Supeltas, Halim juga akan menambah pasukan untuk ditempatkan dibeberapa titik kawasan Ibu Kota. Selain itu, dia juga tengah memaksimalkan fungsi trotoar untuk pejalan kaki sering diserobot para pengendara sepeda motor dengan melakukan penindakan dengan denda maksimal.

Tidak hanya itu, pelanggar lalu lintas sering melawan arus juga akan menjadi fokus polisi lalu lintas untuk dilakukan penindakan karena sering menjadi pemicu kecelakaan. "Ada anggota di situ. Kita tilang. Kalau kita berlakukan Perda bisa satu tahun kurungannya. Kalau menurut perda itu. Ditilang maksimal juga," terangnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini