Ditodong penjahat, pelajar trauma naik angkutan umum

Jumat, 21 Februari 2014 13:24 Reporter : Al Amin
Ditodong penjahat, pelajar trauma naik angkutan umum Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Aksi kejahatan di atas angkutan umum sudah sangat mengkhawatirkan. Para penjahat bahkan tidak takut beraksi saat penumpang penuh sesak.

Salah satu orangtua korban kejahatan di atas bus kota, Eko Surya Purnomohardjo menuturkan, anaknya trauma jika naik bus kota karena pernah ditodong. Penodongan yang tiga bulan lalu terjadi saat anak korban dalam perjalanan pulang sekolah.

"Hingga kini anak saya masih trauma tak berani naik bus. Anak saya malah dirampas hpnya di bawah todongan benda tajam di rute bus (P16 Tanah Abang-Ciledug) dan tempat yang sama saat pulang sekolah jam dua siang," kata Eko, Jumat (21/2).

Sebelumnya, Kamis (20/2) siang, seorang copet, Ramdani (23) babak belur dihakimi massa setelah diteriaki maling oleh korbannya. Copet yang badannya dipenuhi tato ini beraksi di atas Kopaja P16 jurusan Tanah Abang-Ciledug.

Tidak cuma beraksi di atas Kopaja, copet juga beraksi di atas bus Transjakarta. Meski di atas bus sudah ada petugas keamanan, penjahat jalanan ini tetap beraksi.

Kepada pihak kepolisian, pelaku, Suhardiman (32), mengaku mencopet karena terdesak biaya hidup. Di atas bus Transjakarta Koridor IX jurusan Pluit-Pinang Ranti, warga Tanjung Priok, Jakarta Utara itu mengambil hanphone milik Indah (19). [did]

Topik berita Terkait:
  1. Kejahatan Di Angkot
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini