Ditinggal Sandi, Anies keteteran jalankan program DKI?

Kamis, 20 September 2018 06:01 Reporter : Merdeka
Ditinggal Sandi, Anies keteteran jalankan program DKI? Gubernur Anies Baswedan. ©2017 Merdeka.com/syifa hanifah

Merdeka.com - Sudah sebulan lebih Gubernur Anies Rasyid Baswedan seorang diri memimpin DKI Jakarta sejak ditinggal wakilnya Sandiaga Salahuddin Uno pada 10 Agustus 2018 lalu. Anies harus mengurus Jakarta seorang diri setelah Sandiaga mengundurkan diri dari kursi DKI 2 untuk maju di Pilpres 2019 mendampingi Prabowo Subianto.

Hingga kini sosok pengisi kursi sepeninggal Sandiaga di DKI belum jelas. Dua partai pengusung Anies-Sandiaga pada Pilkada 2017 lalu, PKS dan partai Gerindra sama-sama mengklaim berhak menduduki jabatan orang nomor dua di ibu kota itu.

Gerindra digadang-gadang menyodorkan nama kadernya yang juga Ketua DPD DKI, M Taufik. Sementara PKS mengusulkan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Anies mengaku tak masalah untuk sementara waktu mengurus ibu kota sendiri. Namun, berdasar pengamatan, mantan Menteri Pendidikan itu nampak sedikit keteteran tanpa bantuan wakil.

Hal itu diketahui dari bertambahnya jadwal harian gubernur yang biasanya hanya satu atau dua agenda, kini Anies harus full agenda hingga sore. Sedangkan terkait jalannya program, terdapat beberapa program yang kurang terpegang tanpa adanya Sandiaga. Pertama adalah OK OCE.

Anies mengatakan, OK OCE Mart yang tutup atau sepi pembeli bukan hal yang perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, dalam bisnis buka tutup usaha adalah hal wajar.

"Usaha online juga banyak yang tutup dan banyak yang buka. Usaha ya usaha saja, mengikuti nature bisnis," ujar Anies, di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa 4 September 2018.

Meski ada beberapa gerai tutup, Anies menyebut program OK OCE akan tetap menjadi perhatian Pemprov. "Kita akan terus (lanjutkan)," kata dia.

Kedua, Program DP 0 jalan di tempat. Diketahui, pemerintah sudah melakukan peletakan batu pertama Februari 2018 lalu. Namun, pembangunan rumah ini belum juga dimulai hingga saat ini. Padahal, program itu dijanjikan sudah dapat dipesan warga pada April 2018.

Menurut Dinas Perumahan, Pemprov masih menggodok skema pembayaran yang belum juga disepakati hingga kini.

Program ketiga yang mandek adalahOK Otrip. Meski diklaim Pemprov sudah berjalan, nyatanya hingga kini program angkot terintegrasi itu gagal dan hanya tahap uji coba.

Lantas benarkan Anies keteteran menjalankan program DKI seorang diri?

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini