Ditanya Rencana Reuni PA 212, Polda Metro Singgung Gelombang 3 Covid-19

Kamis, 25 November 2021 13:11 Reporter : Merdeka
Ditanya Rencana Reuni PA 212, Polda Metro Singgung Gelombang 3 Covid-19 Aksi Demo Massa Alumni 212 di Bawaslu. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar kegiatan reuni di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Desember mendatang. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, pemerintah saat ini sedang berupaya mencegah lonjakan Covid-19 gelombang ketiga.

Endra membeberkan sejumlah negara yang sedang berjuang menghadapi gelombang ketiga pandemi Covid-19. Singapura misalnya, kasus konfirmasi positif Covid-19 menembus 5.000 kasus. Bisa dibilang tertinggi sejak pandemi di Singapura.

Tak cuma itu tren positif Covid 19 di Eropa pada bulan November 2021 selama 7 hari mengalami kenaikan.

"Kami juga mencatat data yang ada di negara Jerman mencapai 53114 kasus Rusia mencapai 35.276 kasus Turki mencapai 29923 kasus dan Belanda mencapai 21967 kasus. Selama 4 minggu terakhir kasus Eropa telah melonjak lebih dari 55 persen meskipun ada pasokan vaksin dan alat kesehatan yang cukup," papar dia.

Zulpan kemudian mengajak semua pihak menelaah yang dialami Indonesia beberapa waktu lalu. Kala itu dihantam gelombang pertama dan gelombang kedua pada bulan Juni 2021 sampai September 2021.

Menurut dia, tingginya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia termasuk Jakarta mengakibatkan terjadinya kelangkaan, obat, tabung oksigen, ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19.

"Sengaja data ini saya sampaikan agar menjadi pengetahuan bagi semua masyarakat. Bagaimana kita menyikapi kegiatan-kegiatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan orang banyak," ujar dia.

Karenanya, Zulpan mengajak semua pihak berempati terhadap dampak pademi Covid-19. Salah satunya dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

"Tentuhya kita berharap yang semua komponen masyarakat mematuhi ketentuan peraturan dan perundangan. Saya berharap masyarakat juga memiliki empati terhadap kondisi yang ada saat ini karena kerumunan yang tercipta itu sangat rentan sekali akan menimbulkan lonjakan kasus Covid-19," ujar dia.

Zulpan menerangkan, Polda Metro Jaya menjunjung tinggi demokrasi. Di sisi lain, Polri juga merasa bertanggung jawab untuk mengatur semua kegiatan masyarakat demi menjaga Jakarta tetap aman dan sehat.

"Prinsip Polda Metro Jaya bertanggung jawab dan siap mengamankan Ibu Kota. Tetapi kami berharap kepada semua masyarakat juga harus mematuhi ketentuan dan peraturan yang ada dalam kegiatan kegiatan kemasyarakatan yang akan dilakukan," katanya.

Reporter: Adi Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini