Disindir Jokowi dana mengendap terbesar se-RI, ini pembelaan Ahok

Reporter : Fikri Faqih | Kamis, 4 Agustus 2016 14:32
Disindir Jokowi dana mengendap terbesar se-RI, ini pembelaan Ahok
Jokowi pindahan ke Istana Negara. ©AFP PHOTO/Adek Berry

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak berkutik setelah dievaluasi Presiden Joko Widodo terkait rendahnya serapan APBD DKI tahun ini. Sebab dana Pemprov DKI yang tersimpan di bank hingga Juni 2016 mencapai Rp 13,9 triliun.

Basuki atau akrab disapa Ahok berdalih dana tersebut sengaja disiapkan untuk membayar proyek yang akan berjalan. Sehingga belasan triliun APBD DKI tersebut disimpan di bank.

"Soal serapan anggaran mesti dibaca. Sekarang proyek-proyek kami kan baru mulai kerja, kamu mau enggak bayar orang duluan sebelum mulai kerja?" katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/8).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, Presiden Jokowi telah melakukan komunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengatur kas Pemprov DKI. Karena Jakarta selalu mendapatkan bagi hasil pajak yang paling besar jika dana ini ditahan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur di daerah lain.

"Nah duit hasil pajak DKI itu kalau daerah bisa serap bagus dia bagi hasil ke kita ditahan. Kan DKI bangun proyek nih rusun-rusun, bayar kontraknya kan pasti di April-Mei. Nah duit ininya dipinjem dulu daerah lain," terangnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyindir Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang masih lambat mencairkan atau menggunakan dana APBD. Padahal, penyerapan anggaran daerah sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Pak Ahok, duitnya memang banyak tapi nyimpannya juga banyak. Masih ada Rp 13,9 triliun. Ini harus dikeluarkan," ucap Jokowi dalam Rakornas TPID di Hotel Grand Sahid.

[eko]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE