Dishub DKI: Pemotor Lewat Jalur Sepeda Putus-Putus Tak Ditilang

Selasa, 4 Oktober 2022 09:09 Reporter : Merdeka
Dishub DKI: Pemotor Lewat Jalur Sepeda Putus-Putus Tak Ditilang Jalur Sepeda di Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pemprov DKI diketahui tengah memperbanyak jalur sepeda di sejumlah ruas jalan. Melihat semakin meningkatnya animo masyarakat akan olahraga bersepeda.

Jalur khusus sepeda dibuat di sisi ruas jalan dengan ditandai jalur hijau dan ada garis putus-putus sebagai pembatas.

Meski dibuat untuk pesepeda, nyatanya sepeda motor yang hendak melintas di jalur tersebut dipastikan tak akan ditilang.

"Untuk mix traffic tentu tidak (bisa ditilang), tetapi lebih bagaimana masyarakat bisa lebih aware terhadap keselamatan pesepeda," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (3/10).

Syafrin menjelaskan bahwa pada 2022 ini, Dishub membuat banyak jalur dengan gambar garis putus-putus atau share yang bisa dilewati pengendara motor (mix traffic).

Menurut dia kebijakan ini diambil karena mempertimbangkan lebar jalan raya yang tak bisa dipakai sebagian ruasnya hanya untuk jalur sepeda. Selain mix traffic, ada juga jalur sepeda terproteksi atau permanen yang dibuat di atas trotoar.

"Oleh sebab itu di beberapa ruas (jalur sepeda) di sana diterapkan prinsip mix traffic," katanya.

Meski pemotor tak akan ditilang, Syafrin meminta masyarakat memahami marka lambang di ruas jalan tersebut yang juga digunakan pesepeda. Sehingga, pemotor diminta memberikan prioritas kepada pesepeda jika memang ada yang melintas di jalur tersebut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat begitu ada marka lambang dalam hal ini sepeda, tentu mereka akan aware 'oh ini juga digunakan oleh sepeda'. Sehingga di sana mereka akan melakukan pelambatan dan memberikan prioritas," pungkasnya.

Syafrin merujuk kepada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) tentang prioritas pengguna jalan, yakni keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

"Karena saya yakin, setiap pengendara kendaraan bermotor di Jalan sesuai UU 22 Tahun 2009 itu wajib memprioritaskan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda," ucap dia.

Dia berharap asal serobot antara pemotor dan pesepeda tak lagi terjadi. Pasalnya, kata Syafrin pengendara yang mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) harusnya paham aturan dalam lalu lintas.

Reporter: Winda Nefira/Liputan6.com [rhm]

Baca juga:
Pemprov DKI dan Polda Metro akan Diskusi Bahas Sanksi Hukum Penerobos Jalur Sepeda
Penerapan Jalur Khusus Sepeda Belum Efektif
Dishub DKI: Ada 196,45 Km Jalur Sepeda di Jakarta pada Akhir Tahun 2022
Tahun Ini, Jalur Sepeda di Jakarta Tembus 309,5 Kilometer
Jalur Motor Terowongan Semanggi akan Ditutup 3-4 September, Ini Penyebabnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini