Dinsos DKI Siap Sediakan Tempat Baru Untuk Pencari Suaka

Rabu, 4 September 2019 13:33 Reporter : Hari Ariyanti
Dinsos DKI Siap Sediakan Tempat Baru Untuk Pencari Suaka Pengungsi pencari suaka. ©2019 Merdeka.com/Paquita

Merdeka.com - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta saat ini menunggu arahan pemerintah pusat terkait relokasi para pengungsi pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat. Jika memang ada arahan untuk menyiapkan tempat baru, mereka siap menyediakannya.

Kepala Dinsos Provinsi DKI Jakarta, Irmansyah mengatakan, tempat penampungan saat ini memang dinilai sudah tak layak bagi para pencari suaka.

"Kontribusi DKI sesuai Perpres 125 itu kan sebetulnya ada tempat lalu tempat itu nanti pengelolaannya justru bukan oleh DKI, kita (sediakan) lokasi dan kemudian ditetapkan lokasi itu untuk penampungan sesuai arahan tentunya dan nanti secara keseluruhannya ditanggung pemerintah pusat," jelasnya, Rabu (4/9).

Dinsos, lanjutnya, akan tetap memberikan dukungan. Namun bentuknya seperti apa tergantung arahan dari pimpinan atau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Nanti selalu kita pasti dasarnya dasar kemanusiaan seperti yang kemarin. Mungkin nanti ada instruksi lagi kita tunggu saja prosesnya. Mudah-mudahan sekarang sudah mulai berkurang (jumlah pengungsi) karena di sana memang sudah tidak representatif," jelasnya.

Irmansyah mengungkapkan, pihaknya juga telah mengantisipasi jika nantinya ada arahan baru terkait para pencari suaka ini. Apalagi setelah penghentian bantuan oleh UNHCR.

"Dinas Sosial sebetulnya kami sudah mengantisipasi apabila ada hal-hal yang sesuai dengan kebijakan pimpinan, apabila dengan rasa kemanusiaan perlu kita dukung. Terutama di perubahan anggaran ya. Tapi kan kita melihat kemungkinan-kemungkinan karena sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Kita memberikan support saja dengan dasar rasa kemanusiaan. Selebihnya sih enggak," jelasnya.

Jumlah pengungsi di Kalideres mulai berkurang. Saat ini menurutnya masih sekitar 300 orang.

"Jadi dari UNHCR dilaporkan kepada saya dari Kabid yang ketemu dengan mereka di lapangan mereka menawarkan untuk memberikan bantuan Rp 1,5 juta per keluarga. Kalau yang single kalau enggak salah Rp 1 juta, ditawarkan kepada mereka untuk masa enam bulan. Walaupun mereka menuntut sampai 12 bulan kan. Dilihat perkembangannya ternyata satu per satu mereka karena kondisi yang di sana sudah tidak lagi representatif sebenarnya. Cuma mereka saja masih bertahan dan kita doakan bersama-sama," kata Irmansyah.

Dia mengatakan, sejak 1 Agustus lalu, Pemprov tak lagi menyalurkan bantuan makanan. Namun dapur umum tetap dibuka. Setelah semua ditarik, Pemprov DKI membantu pendistribusian bantuan yang datang dari luar seperti Dompet Dhuafa dan lainnya.

"Karena Dinsos yang sudah tahu mekanisme pendistribusian supaya tidak menimbulkan masalah. Sampai dengan hari ini masih. Jadi Tagana saya masih ada di tempat dan standby 24 jam untuk distribusi," jelasnya.

Pengungsi ini pun juga kondisinya berbeda-beda. Ada yang memiliki berbagai masalah dan penyakit sehingga harus diperhatikan.

"Itu harus menjadi perhatian kita juga. Pertama kan mereka juga kalau terkena penyakit kan enggak bagus. Apalagi kalau nanti penyakitnya akhirnya menular ke yang lain kan enggak bagus. Jadi apapun ketika berada di sini ya mudah-mudahan lah sesuai dengan kewenangan. Kita support sepenuhnya. Saya Dinas Sosial pasti akan komitmen untuk itu karena arahan dari pimpinan kita kan untuk support itu," pungkasnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencari Suaka
  3. Pemprov DKI
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini