Dino Patti Djalal Siap Perbaiki Rumah Warga Tertimpa Tembok Kediaman Ibunya di Kemang

Rabu, 24 Februari 2021 21:52 Reporter : Nur Habibie
Dino Patti Djalal Siap Perbaiki Rumah Warga Tertimpa Tembok Kediaman Ibunya di Kemang Tanah Longsor Timpa Permukiman di Kemang. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Tanah longsor menimpa empat rumah di Gang Melati RT 010 RW 03, Bangka, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2), berasal dari perumahan di Kavling Melati Jalan Kemang Timur XI, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kavling Melati nomor 2 diketahui merupakan rumah Ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Dino mengaku bakal memperbaiki sejumlah rumah yang rusak akibat terkena longsoran tersebut. "Yang pasti rumah yang kena (akan ditanggung), tadi saya sudah bicara dengan ibu saya, rumah yang kena nanti akan kita perbaiki, saya sudah bicara dengan salah satu keluarga yang punya rumah kita akan cari solusi terbaik," kata Dino, Rabu (24/2).

Dino mengungkapkan, bakal membantu warga yang rumahnya tertimpa reruntuhan longsoran tersebut. Karena, dia ingin agar rumah warga yang terkena longsor itu kembali seperti semula.

"Pak Camat dan Lurah ketemu ibu saya untuk menyampaikan mengenai longsor ini, tentu kita prihatin sesama tetangga. Jadi kita akan membantu dan apapun yang bisa kita lakukan terutama agar rumah ini kembali seperti semula tentu akan kita bantu," ujar dia.

Ternyata, tak hanya rumah saja yang mengalami kerusankan. Namun, ada sejumlah hewan yang juga terdampak akibat longsoran tersebut.

"Prinsipnya ini kan tetangga satu kerukunan kita akan terbuka pertama saya dengar dulu kerugiannya apa, setelah itu berembuk. Kalau ada yang bisa dibantu kita bantu, tadi ada hewan saya dengar ada 80 ayam, tidak masalah nanti kita duduk sama-sama saja, yang paling penting sekarang rumah yang secara fisik tergores itu harus diperbaiki dan sekarang sedang kita lihat diambil puing-puingnya dari pagar dan rumah itu nantinya kita perbaiki," kata dia.

Selain itu, untuk kejadian ini sendiri terjadi menurut keterangan warga sekitar karena adanya hujan yang cukup deras pada Sabtu (20/2) kemarin.

"Menurut keterangan warga di samping rumah ada hujan deras hari Sabtu, kebetulan tanah di bawah pagar mulai alami erosi mulai bergerak sekitar jam 10-11 ada dinding yang runtuh sebelah kiri. Setelah ini dinding yang sebelah kanan juga runtuh menimpa rumah dari warga, tapi untung tidak ada yang terluka ada rumah yang lecet dan perlu diperbaiki," paparnya.

Lalu, terkait dengan apa yang disampaikan oleh Kasudin SDA Jakarta Selatan Mustajab soal penyebab terjadinya longsoran karena adanya sumur resapan dan kolam renang. Ia mengaku, akan mempelajari hal itu.

"Saya enggak tahu itu, saya harus dengar dari beliau langsung. Kalau dia bilang ada kolam renangnya bagaimana dampaknya. Dengan senang hati akan saya pelajari," pungkasnya.

Sebelumnya, Suku Dinas Sumber Daya Air menyatakan tanah longsor menimpa empat rumah di Gang Melati RT 010 RW 03, Bangka, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2), berasal dari perumahan di Kavling Melati Jalan Kemang Timur XI, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kavling Melati nomor 2 merupakan rumah Ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air, Mustjab mengatakan, longsor tersebut disebabkan hujan deras mengguyur Jakarta serta adanya sumur resapan dan juga adanya pembuatan kolam renang.

"Iya, kan kita enggak bisa jamin kolam renang ini benar kedap apa enggak. Ada kebocoran mungkin," kata Mustajab kepada wartawan, Selasa (23/2).

Menurut dia, pembangunan kolam renang tersebut tidak direkomendasikan karena tidak kedap. Sehingga beban air meresep ke tanah dan membuat beban struktur menjadi basah.

"Nah itu kita enggak rekomendasiin," ujar dia.

Lalu, terkait dengan adanya sumur resapan dekat lokasi tersebut atau lereng tidak diperbolehkan meski dianjurkan untuk diresapkan secara naturalisasi. Karena dideket lereng meresapnya ke lereng itu, sehingga jenuh.

"Kalau jenuh, itu potensi untuk sleding atau untuk longsor itu sangat tinggi, apalagi ditambah curah hujan yang sangat lebat, itu kita tidak merekomendasiin," ujar dia.

"Kalau kenyataannya warga ingin membuang buangan rumah itu langsung ke kali pakai pipa bukan yang pakai beton, beton pun kadang-kadang ada resapan. Nah ini juga potensi untuk membuat lereng itu jenuh, nah itu tidak kita izinkan. Makanya sumur-sumur resapan yang kita sarankan itu di hulu yang pastinya akan mengalir ke kali-kali kita, pokoknya jangan di lereng," sambungnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini