Diminta Farhat Abbas pulang kampung, Ahok ngaku ber-KTP Jakarta

Reporter : Nurul Julaikah | Rabu, 16 Januari 2013 09:53
Diminta Farhat Abbas pulang kampung, Ahok ngaku ber-KTP Jakarta
Farhat Abbas. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengacara Farhat Abbas kembali membuat geger di media sosial, Twitter. Ia kembali mengkritik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Kali ini Farhat meminta Jokowi dan Ahok pulang kampung ke Solo dan Belitung. Alasannya, mereka berdua gagal mengatasi banjir dan macet di Jakarta.

Mendapat kritik, apa jawaban Ahok? "Ngomong apa lagi dia? Aku kan orang Jakarta, KTP-ku Jakarta. Ngapain nanggapi, kasihan dia saja," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/1).

Semalam, lewat akun Twitter-nya @farhatabbaslaw, Farhat menumpahkan semua uneg-uneg tentang banjir dan macet. Farhat menuding jika Jokowi dan Ahok belum bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi banjir di Ibu Kota.

"Kalo Jkt masih macet dan banjir trus Mall gak boleh ditutup' tutup Aja kantor nya Joko dan ahok! Suruh pulang ke solo dan belitong," tulis Farhat dalam akun Twitternya.

"Terowongan Casablanca tidak bisa dilewati karena ketinggian air terus bertambah. Jalur ditutup, lalulintas dialihkan' Karena Jokoahok," kicau Farhat lagi.

Farhat juga menulis tentang gaya kepemimpinan Jokowi yang terkenal dengan blusukannya itu.

"Hei ! Joko ahok, sedia payung sebelum hujan, bukan cari payung setelah banjir,"
"Semakin banjir dan macet Jakarta semakin senang Joko ahok blusukan gak perlu pakai payung asal byk media," kicau Farhat.

Beberapa pengguna Twitter pun mencoba mengkritik balik Farhat yang mendeklarasikan diri sebagai capres muda itu. Namun hal itu tidak membuat surut Farhat untuk mengkritik Jokowi-Ahok.

[has]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE