Diare Jadi Penyakit Terbanyak Cilincing Akibat Warga Buang Air Besar Sembarangan

Kamis, 14 April 2022 16:49 Reporter : Yunita Amalia
Diare Jadi Penyakit Terbanyak Cilincing Akibat Warga Buang Air Besar Sembarangan Ilustrasi jamban. ©2021 Youtube Kudu Mancing/Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Jakarta Utara mencatat diare merupakan penyakit terbanyak di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing selama periode 2020-2021. Hal ini disebabkan masih ada sekitar 8.000 kepala keluarga buang air besar sembarangan (BABS).

"Untuk kondisi kesehatan warga di wilayah kelurahan Kalibaru bisa dilihat dari 10 penyakit terbanyak tahun 2020-2021 yang datanya ada di Puskesmas Kelurahan Kalibaru. Penyakit yang dapat terkait dari buang air besar sembarangan salah satunya diare," kata Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Indah Raksi Padmasari, kepada merdeka.com, Kamis (14/4).

Indah mengakui bahwa keluarga yang masih melakukan buang air besar sembarangan merupakan tugas besar untuk Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Namun, Dinas Kesehatan Jakarta Utara berupaya memasifkan kampanye santasi total berbasis masyarakat pilar 1 melalui pendekatan sosilisasi sampai pemicuan yang menggugah masyarakat untuk merasa jijik atas tindakan tersebut.

"Malu, bersalah, dan dosa jika masih melakukan kegiatan buang air besar sembarangan. Harapannya masyarakat tergerak untuk membuat septic tank secara mandiri," imbuhnya.

Selama ini, Dinas Kesehatan Jakarta Utara juga terus melakukan advokasi kepada lintas sektor terkait dalam upaya percepatan open defecation free di wilayah kota administrasi jakarta utara.

"Berdasarkan tupoksi kesehatan, maka upaya kami hanya sebatas non fisik saja. Sedangkan pembangunan fisik septic, WC dan sebagainya bukan kewenangan kesehatan," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mencatat hingga 2021, sebanyak 194.063 kepala keluarga masih melakukan buang air sembarangan. Kondisi tersebut disebabkan warga tidak memiliki septic tank.

Berdasarkan data yang diterima merdeka.com dari Dinas SDA, wilayah dengan persentase tertinggi buang air sembarangan yaitu Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

"BABS (buang air besar sembarangan) masih terjadi di 233 kelurahan di DKI Jakarta. Dengan jumlah tertinggi di wilayah Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing, yaitu 24 persen atau 8.745 kepala keluarga dari jumlah kepala keluarga di wilayah kelurahan tersebut," demikian informasi yang diterima.

Kepada merdeka.com, pejabat pada Dinas Sumber Daya Air itu menegaskan bahwa segala upaya telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat untuk berhenti buang air besar sembarangan. Sosialisasi bahkan dilakukan atas kerjasama dengan Dinas Kesehatan.

Upaya lainnya adalah penanganan pengelolaan air limbah domestik, dengan melakukan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) setempat maupun terpusat.

Untuk pembangunan SPALD setempat, Dinas SDA bekerja sama dengan PAL Jaya untuk merevitalisasi septic tank warga.

"Diharapkan dengan program-program tersebut dapat mengurangi BABS yang dilakukan oleh warga DKI Jakarta," ucapnya. [ray]

Baca juga:
Bakteri Penyebab Diare Perlu Diwaspadai, Ketahui Cara Mencegahnya
Penyebab Diare yang Jarang Diketahui, Berikut Cara Mencegahnya
Penyakit Musim Pancaroba, Waspadai Dampak Buruk dan Cara Mencegahnya
Kemenkes Sebut 89 Persen Orang Indonesia Minum Air Tak Aman, Begini Penjelasannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini