Di Depan Pengusaha, Jokowi Singgung Pembangunan MRT Keputusan Politiknya Bersama Ahok

Jumat, 22 Maret 2019 07:26 Reporter : Merdeka
Di Depan Pengusaha, Jokowi Singgung Pembangunan MRT Keputusan Politiknya Bersama Ahok Jokowi naik mrt bersama artis dan disabilitas. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Capres petahana Joko Widodo atau Jokowi menyebut proyek Moda Raya Terpadu (MRT) merupakan keputusan politik yang dibuatnya bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta 2014 lalu. Proyek MRT itu kini sudah rampung untuk fase I dan akan diresmikan pada 24 Maret mendatang.

Hal tersebut dikatakan Jokowi saat menghadiri acara deklarasi Pengusaha Pekerjaan Pro Jokowi (Kerjo) di Istora Senayan Jakarta Selatan, Kamis 21 Maret 2019. Di hadapan para pengusaha, dia mengaku heran proyek pembangunan MRT Jakarta tertunda hingga 30 tahun.

"Apa yang ingin saya sampaikan, negara sebesar Indonesia ini masa baru punya MRT sekarang. Itu pun putusan politiknya, kita putuskan saat saya jadi Gubernur saat itu dengan Pak Ahok," kata Jokowi.

Jokowi lalu membeberkan alasan proyek MRT tertunda begitu lama. Menurut dia, pemerintah kala itu terlalu memikirkan untung rugi. Padahal, kata Jokowi, dalam membangun transportasi publik seharusnya pemerintah memperhitungkan manfaat untuk masyarakat.

"Yang namanya transportasi massal itu ya rugi. Saat itu saya dipaparkan rugi. Kalau untung rugi, itu untuk para pengusaha perusahaan. Kalau untuk negara, itungannya bukan untung dan rugi. Itungannya profit dan tak profit. Itungannya benefit," jelas dia.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut akhirnya memutuskan pembangun MRT untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Sebab, berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) negara mengalami kerugian sekitar Rp 60 triliun per tahun akibat kemacetan.

"Sekarang dihitung lagi sudah Rp 100 triliun. Apa mau diteruskan? Lebih baik dipakai untuk bangun MRT, LRT benar? Itu yang namanya keputusan politik sehingga secara makro negara kita tetap untung gede," ujar Jokowi.

Dia lalu meminta para pengusaha untuk mencoba MRT dari Statiun Bundaran HI menuju Lebak Bulus. Jokowi sendiri telah menjajal MRT sebanyak dua kali.

"Saya harap yang hadir di sini mulai besok coba MRT," ucap dia.

Sebelumnya, MRT Jakarta membuka uji coba publik mulai 12-23 Maret 2019. Lintasan sepanjang 16 kilometer itu melawati sebanyak 13 stasiun.

Ke-13 stasiun itu terdiri dari tujuh stasiun lang yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Enam stasiun bawahnya yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas serta Bundaran HI.

Pemprov DKI Jakarta telah mengusulkan tarif Rp 10.000 untuk MRT Jakarta rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus dan Rp 6.000 untuk LRT rute Velodrome-Kelapa Gading. Namun lima hari jelang peresmian, DPRD DKI belum mengetok palu.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini