Detik-Detik Rudolf Habisi dan Buang Jenazah Icha ke Kolong Tol Becakayu

Rabu, 7 Desember 2022 20:56 Reporter : Rahmat Baihaqi
Detik-Detik Rudolf Habisi dan Buang Jenazah Icha ke Kolong Tol Becakayu Rekonstruksi Mayat di Tol Becakayu. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tersangka Christian Rudolf Tobing (36) tega menghabisi temannya sendiri Ade Yunia Rizabian (36) alias Icha lantaran sakit hati. Pembunuhan tersebut sudah direncanakan dan dilakukan di sebuah apartemen Green Pramuka Square, Jakarta Pusat.

Detik-detik pembunuhan Icha diketahui usia penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi adegan di salah satu tower apartemen Green Pramuka hari ini, Rabu (7/12).

Pantauan merdeka.com di lokasi, rekonstruksi di apartemen dimulai dengan adegan Rudolf menerima kunci unit kamar apartemen pada 17 Oktober 2022 yang sebelumnya sudah dipesan pada 14 Oktober 2022.

Setelah mendapatkan kunci, Rudolf kemudian menaiki lift dan menuju kamar tersebut. Dia membawa sebuah troli berwarna merah dan beberapa tas miliknya.

2 dari 4 halaman

Sempat Cek CCTV

Tak ingin rencana pembunuhannya terkuak, Rudolf sempat memeriksa seisi ruangan apartemen. Dia mencoba mencari tahu apakah ada CCTV yang terpasang.

"Tersangka menyalahkan lampu senter hp dan mengecek tiap ruangan untuk memastikan tidak ada CCTV di kamar apartemen," kata salah seorang penyidik yang memandu rekonstruksi, Rabu (7/12).

Merasa sudah aman, Rudolf pun menunggu waktu yang dijanjikan untuk menjemput Icha. Rencananya mereka akan bertemu pada 17 Oktober 2022 sekitar pukul 11.30 WIB di Kencana Tower, Meruya Ilir, Jakarta Barat.

3 dari 4 halaman

Alasan Undang Icha

Reka adegan pun berlanjut dengan setibanya Rudolf bersama Icha di unit apartemen yang sudah dipesan. Di sana mereka sempat berbincang mengenai podcast yang sudah disepakati.

Pembahasan mengenai podcast itu dibahas pada hari yang sama saat Rudolf sudah memesan apartemen. Dimana akan menjadi lokasi eksekusi.

Namun sebelum membuat podcast, Rudolf ingin membuat sebuah konten video promosi. Lantaran tersangka sempat mengiming-imingi ada pihak sponsor dalam podcast mereka.

"Tersangka sempat berbincang dahulu untuk membuat sebuah video promosi dari kalung energi itu, video tersebut berupa Icha yang diikat tali ties lalu Rudolf tertawa tapi Icha bisa melepas tali seakan-akan berkat kalung energi," ujar penyidik.

Lantas pun Icha mengiyakan permintaan Rudolf. Korban tidak merasa ada yang curiga meskipun dirinya diminta diikat dengan tali ties.

Pada reka adegan yang diinstruksikan, keduanya tampak melakukan sesi latihan terlebih dahulu sambil mencoba merekam dengan handphone merek Xiaomi milik Rudolf. Kaki dan tangan Icha sempat diikat namun dilepas kembali.

Merasa sudah sesuai dengan ekspektasi, Rudolf lantas mulai melancarkan aksinya. Dia sempat mengikat kembali tali ties ke kaki dan tangan korban. Meskipun Icha masih beranggapan akan dimulainya membuat konten video.

"Tersangka kembali mengikat korban di bagian kaki dan kedua tangan di belakang dengan tali ties, lalu tersangka mengatakan 'sebenarnya podcast itu enggak ada tahu, soal duit dari sponsor juga enggak ada' lalu korban menjawab 'apaan sih loe enggak lucu tahu enggak’,” jelas penyidik.

Mengetahui hal itu korban langsung marah dan meminta agar ikatannya untuk dilepas.

"Tersangka menampar Icha dengan tangan kanan dan berkata 'diam' dan Ica langsung diam, lalu tersangka mengutarakan semua unek-unek yang mengganjal," lanjut penyidik.

Cekcok pun tak terelakan, hingga akhirnya Rudolf meminta kepada Icha untuk mentransfer uang sebesar Rp19 juta kepadanya. Dengan alasan error, transaksi akhirnya batal terjadi.

4 dari 4 halaman

Sempat Minta Uang

Tepat sebelum Rudolf meminta agar ditransferkan dari rekening Icha, dia melepaskan seluruh ikatan dari korban.

Setelahnya, Rudolf menanyakan apabila dirinya melepas Icha apakah akan melapor ke pihak polisi. Icha hanya merespon dengan menggelengkan kepala yang mengartikan tidak akan melapor.

Meskipun sudah mendapatkan jawaban, Rudolf nampak tidak percaya dan kembali mengikat korban dengan tali ties dan menyumpal mulut korban dengan lakban.

Dengan alasan ingin menenangkan diri, pelaku sempat merenungkan dirinya sejenak dan mulai membunuh Icha dengan cara mencekik hingga tewas. Untuk memastikan korban betul-betul tidak bernyawa, Rudolf memeriksa napas jenazah korban dengan menempelkan jarinya ke bagian hidung jenazah.

Setelah menghabisi nyawa korban, Rudolf langsung bergegas ke bawa kolong tol Becakayu pada malam hari untuk membuang jenazah yang sudah bungkus kantong plastik hitam.

[fik]

Baca juga:
Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Rudolf Bunuh dan Buang Mayat Icha di Tol Becakayu
Dipergoki Curi Ayam, Tiga Maling di OKU Tega Bunuh Siswa SMP
Sakit Hati Dihina, Pemuda Tikam Pemilik Toko Obat hingga Tewas
Siswa SMP Jadi Korban Mutilasi Sempat Pamit Nonton Turnamen Futsal
Cari Nafkah untuk Lahiran Istri, Pedagang Nanas Ini Justru Dibunuh Komplotan Pesilat
Dua Kali Racuni Orang Tua dan Kakak, Pemuda di Magelang Beli Sianida Secara Online

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini