Deep tunnel 19 km Cawang-Pluit, bisa diisi mobil, air, dan kabel

Kamis, 3 Januari 2013 14:25 Reporter : Nurul Julaikah
Deep tunnel 19 km Cawang-Pluit, bisa diisi mobil, air, dan kabel deep tunnel di Singapura. pub.gov©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Megaproyek terowongan multifungsi atau deep tunnel yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air dari Ciliwung ke arah Utara Jakarta (Pluit). Jalurnya nanti melewati prasarana jalan, yakni Cawang-Gatot Subroto- S Parman-Pluit Jakarta Utara masuk ke Waduk Pluit.

"Deep tunnel berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air dari Ciliwung ke utara. Transportasi kendaraan, juga jalur utilitas PLN, telepon dan lain-lain. Ide awalnya, ditempatkan di bawah Sungai ciliwung," ujar Kepala Dinas Tata Ruang Agus Subardono saat pemaparan deep tunnel bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Gubernur Basuki T Purnama, Bappeda dan Biro hukum di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/1).

Agus mengatakan panjang total terowongan 19 KM, tetapi yang dapat dipergunakan untuk jalur transportasi, kabel utilitas hanya 10 KM.

"Multipurpose enggak bisa semua dari panjang total 19 km, multipurpose hanya 10 km, outlet keluar masuk kendaraan, juga daerah tangkapan air," ungkapnya.

Dia menjelaskan, lokasi inlet/outlet kendaraan dari arah Bekasi dan Dewi Sartika berada di Jalan MT Haryono. Sementara, untuk daerah Gatot Subroto dimulai dari Buncit ke Mampang.

Sementara itu, untuk keluar kendaraan (outlet) yakni sebelum jembatan Tomang sekitar Slipi Jaya.

"Rencana outlet (pintu keluar) sampai jembatan Tomang, sekitar Slipi Jaya. Selanjutnya, ke utara berupa saluran atau pipa air yang mengalir sampai Waduk Pluit," kata Agus. [tts]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi Ahok
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini