Cerita Seniman TMII Alih Profesi jadi Pedagang Bawang hingga Jual Harta Benda

Selasa, 30 Juni 2020 13:25 Reporter : Dedi Rahmadi
Cerita Seniman TMII Alih Profesi jadi Pedagang Bawang hingga Jual Harta Benda Seniman TMII. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Seniman Tari dan Musik Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, beralih profesi menjadi pedagang akibat kosongnya jadwal pentas sampai dengan akhir tahun. Koordinator Seniman Tari dan Musik TMII, Armen Suwandi mengatakan kekosongan jadwal pentas terjadi sejak akhir Februari 2020.

"Sudah dipastikan jadwal pentas kami hingga akhir tahun 2020 kosong. Makanya ada yang beralih jadi pedagang mulai dari jualan bawang sampai menjual harta benda miliknya," kata koordinator Seniman Tari dan Musik TMII Armen Suwandi di Jakarta, Selasa (30/6).

Biasanya ratusan anggota Seniman Tari dan Musik TMII rutin menggelar kegiatan pentas minimal sepekan sekali untuk mengisi berbagai acara seremonial di TMII.

Selain itu, kata Armen, sejak 2019 pihaknya juga kerap dilibatkan dalam sejumlah acara kepolisian untuk pentas penyambutan tamu.

"Kita juga suka tampil mengisi acara pentas seni di Taman Ismail Marzuki (TIM)," katanya.

Dari serangkaian kegiatan itu, Armen mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga Rp20 juta per bulan.

Namun sejak pandemi COVID-19 melanda Jakarta, Armen dan kolega terpaksa beralih profesi, bahkan harus menjual harta benda.

"Kalau saya harus jual mobil yang baru dibeli dua bulan lalu. Dulu belinya Rp115 juta, kemarin dijual laku Rp90 juta," katanya.

Sebagian uang hasil penjualan mobil dipergunakan Armen untuk menutup biaya operasional dapur umum yang kini dihuni anggota seniman.

"Uangnya kita pakai untuk masak rendang, gulai ikan, ikan bakar. Untuk seniman juga yang sekarang tinggal di sana," katanya.

Dapur Umum Tanah Merdeka itu berada di dekat Kampus Uhamka, Jakarta Timur.

Seniman tari Siti Suryani (42) terpaksa beralih profesi sebagai pedagang bawang untuk menghidupi keluarga di tengah pandemi COVID-19.

"Saya ini aslinya instruktur tari. Yang penting kita mendapatkan rezeki, kebetulan suami sakit, saya yang rawat sendiri. Kalau kesenian stop, saya berkegiatan lain jual masakan sampai bawang," katanya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini