Cerita mundurnya Rustam karena bocoran Sekda akan diberhentikan Ahok

Senin, 2 Mei 2016 12:36 Reporter : Muhammad Sholeh
Cerita mundurnya Rustam karena bocoran Sekda akan diberhentikan Ahok Rustam Effendi. ©utara.jakarta.go.id

Merdeka.com - Bukan cerita baru, sejak memimpin DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berulang kali melakukan rotasi jabatan di lingkungan pemprov. Pejabat eselon II yang tak bisa bekerja sesuai kemauan Ahok, sapaan Basuki, akan dicopot.

Dia menceritakan selama dirinya menjadi gubernur, sudah tiga pejabat eselon II mundur termasuk Rustam Effendi yang mengajukan surat pengunduran diri. Rustam mundur setelah berselisih paham dengan Ahok.

Ahok menduga mereka yang mengundurkan diri karena mendapat bocoran akan dicopot. Seperti yang terjadi mana Tri Djoko Sri Margianto (eks kadis tata air) dan Haris Pindratno (eks kadis perindustrian dan energi). Sebab, klaim Ahok, dia memiliki data PNS mana yang bekerja keras atau sebaliknya, tak maksimal.

"Mungkin Sekda bocorin kali ya, langsung ajuin surat saya berhenti," kata Ahok, saat ditemui di rumahnya di kawasan Pluit, Jakarta, Minggu (1/5).

Namun, dia tak tahu apakah mundurnya Rustam juga karena mendapat bocoran dari Saefullah (sekda DKI). Ahok menceritakan, pagi hari sebelum Rustam mengirimkan surat pengunduran diri pada Jumat (25/4), dia sempat mendapatkan pesan singkat dan Saefullah. Dia berdalih masih sempat mempertahankan Rustam.

"Saya kira Pak Rustam, saya enggak tahu nih Pak Sekda bocorin atau enggak, Sekda BBM sama saya, ini Pak Rustam ini kalau tidak cocok mungkin diberhentikan," jelasnya.

"Saya bilang enggak, kerjanya masih oke kok. Di rapim masih oke. Biarin saja saya bilang. Senam pagi tuh. Rustam kan belum ngajuin surat. Lalu Sekda laporin, 'bapak enggak mau berhentiin?' Tunggu tes saja saya bilang. Kalau tes semua, camat naik semua, kalau ada yang lebih baik dari Rustam kita ganti. Kalau enggak ada yang lebih baik dari dia, ya jangan ganti. Pakai saja dia dulu," beber dia.

Selang beberapa saat setelah pembicaraan itu, Rustam langsung masukkan surat pengunduran diri.

"Dalam hati saya bilang, Sekda bocorin kali ini saya mau ganti. Dia enggak mau bersaing saja. Terus orang bilang sudah ganti saja semua, saya enggak (ganti) tuh," katanya.

Setelah menerima surat pengunduran diri, Ahok langsung memanggil wakil Wali Kota Jakarta Utara untuk ditanya kesiapannya menjadi Plt Wali Kota Jakarta Utara.

"Saya panggil, Pak wakil, Anda berani enggak jadi wali kota? Kalau berani anda jadi Plt dulu ya. Lalu, sudah tahu kan maunya saya seperti apa? Tahu katanya. Ya sudah," pungkasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini