Cegah Tawuran, SMK di Jakarta Minta Siswanya Langsung Pulang & Tak Nongkrong Usai PTM

Rabu, 6 Oktober 2021 14:29 Reporter : Lia Harahap
Cegah Tawuran, SMK di Jakarta Minta Siswanya Langsung Pulang & Tak Nongkrong Usai PTM Ilustrasi Tawuran Pelajar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - SMK PGRI 23 Jakarta Selatan menyiagakan satuan tugas (satgas) setiap usai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk siswa saat pulang sekolah. Langkah tersebut guna mencegah kemungkinan terjadinya tawuran antarpelajar di jalanan.

Kepala SMK PGRI 23 Jakarta, Mansur M, mengatakan satgas sekolah tersebut juga disiagakan di tempat-tempat rawan tawuran guna membubarkan siswa jika mereka berkerumun di lokasi tersebut.

Menurut Mansur, satgas sekolah selalu bersiaga mengontrol siswa agar tidak terjadi kemungkinan tawuran sejak mereka tiba hingga pulang.

Mansur menuturkan, di antara para siswa dari sekolah berbeda, mudah terjadi tawuran, karena itu sekolah harus berperan aktif untuk mengontrol yang berangkat ke sekolah dan pulang dari sekolah.

"Kami di sekolah selalu mengingatkan siswa, setelah selesai PTM langsung pulang ke rumah. Karena, kalau nongkrong dengan teman-temannya bisa memicu tawuran," katanya. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (6/10).

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Endang Sukmawijaya, menuturkan pihaknya mendatangi SMK PGRI 23 untuk memberikan penyuluhan guna mencegah peristiwa tawuran antarsiswa di wilayah hukumnya.

Menurut Endang, penyuluhan kepada siswa adalah bentuk tindak lanjut dari sejumlah siswa yang ditemukan hendak tawuran di Jalan Raya Lenteng Agung pada Senin, (4/10).

Endang juga menuturkan, Polsek Jagakarsa masih menyelidiki lebih lanjut siswa yang terlibat dalam tawuran antarsiswa itu.

Pada penyuluhan kepada siswa SMA PGRI 23, kata dia, disampaikan juga bebarapa pasal mengenai tawuran, baik membawa senjata tajam atau benda tumpul yang dapat membahayakan orang lain, serta mengenai penganiayaan.

"Kami sampaikan juga undang-undang yang berkaitan dengan ancaman membawa senjata tajam, yakni UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, biar mereka tahu ada ancaman pidana kalau berbuat tawuran,” tuturnya.

Sebelumnya diduga terjadi tawuran antarpelajar di Jalan Raya Lenteng Agung dekat Gang Harapan, pada Senin, (4/10) sore. Ini terlihat dari rekaman video yang beredar di media sosial Instagram pada akun @merekamjakarta. [lia]

Baca juga:
Pemkot Jaksel Usut Tawuran Pelajar di Jagakarsa
Terjadi Tawuran Pelajar, Bupati Karawang Bakal Evaluasi PTM
Tawuran Pelajar saat PTM di Karawang, 2 Orang Terluka Parah
Belasan Pelajar Konvoi Hendak Tawuran di Bogor Ditangkap
Tak Ada Unsur Pidana, Belasan Remaja Terduga Pelaku Tawuran Dipulangkan
Gagalkan Tawuran Pelajar di Cileungsi, Polisi Sita Stik Golf & Celurit

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini