Cegah kasus pemerkosaan, Polda Metro bakal razia sopir angkot

Selasa, 23 Juni 2015 13:25 Reporter : Dede Rosyadi
Cegah kasus pemerkosaan, Polda Metro bakal razia sopir angkot Polda Metro rilis komplotan narkoba Guangzhou. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, bakal memperketat aturan bagi pengendara angkutan umum di Jakarta. Aturan tersebut dilakukan menyusul kasus pemerkosaan yang menimpa NA (35), karyawati yang diperkosa oleh sopir angkot D01 Ciputat-Kebayoran di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (21/6) dini hari.

"Kita seleksi kendaraan angkot itu. Saya menyarankan aturan kendaraan, jangan di tutup kaca gelap. Seleksi para supirnya juga," kata Irjen Pol Tito Karnavian di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/6).

Lebih lanjut Tito mengintruksikan kepada seluruh jajarannya di tingkat seluruh Polres yang ada di Jakarta untuk memperketat patroli. "Kapolres dihimbau untuk mengaktifkan patroli termasuk pos-pos pantau dan razia sopir-sopir angkot," pintanya.

Mantan Kapolda Papua ini juga meminta kepada polisi yang berpatroli agar menghidupkan rotator sehingga masyarakat tahu bahwa ada polisi yang sedang bertugas. "Kalau kendaraan polisi berhenti dijalan, kita minta rotator dihidupkan. Ini perintah Kapolda Metro Jaya untuk mengidupkan rotator sehingga masyarakat paham," ucap Tito.

"Saya minta minggu ini para penyedia jasa angutan publik dan para Kapolres bertemu bahas aturan. Sehingga masyarakat naik angkot dapat kenyamanan dan aman," sambung Dia.

Demi mencegah aksi kejahatan di angkot, kata Tito, bagi masyarakat yang membawa 'senjata' semisal, senjata kejut, bubuk merica, spray, dan sejenisnya untuk melindungi diri, pihak kepolisian tidak melarang.

"Sepanjang tidak melangar hukum untuk melindungi diri tidak dilarang, contohnya, senjata kejut, bubuk merica, spray dan semacamnya itu boleh. Di luar negeri bebas tidak masalah, asal jangan Pistol beneran," bebernya.

Selanjutnya Tito mengimbau kepada masyarakat pengguna angkutan umum terutama wanita agar lebih hati-hati, terlebih di malam hari, jika dirasa tidak aman sebaiknya jangan naik angkot. "Lihat kondisi dan situasi jalan juga," imbuhnya.

Tito juga meminta kepada penyedia angkutan umum agar memberikan pelayanan kepada publik dengan aman dan nyaman. "Para penyedia angkutan publik diantaranya angkot, tolong saya minta seleksi supirnya, jangan mementingkan keuntungan saja, berilah kenyamanan kepada penumpang, ini himbauan saya," tegasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kejahatan Di Angkot
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini