Cak Imin Kritik Kebijakan Standar Ganda DKI: Ancol Dibuka, Ziarah Kubur Ditutup

Sabtu, 15 Mei 2021 15:11 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Cak Imin Kritik Kebijakan Standar Ganda DKI: Ancol Dibuka, Ziarah Kubur Ditutup Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. ©2019 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyoroti kunjungan wisatawan ke Pantai Ancol, Jakarta pada Jumat (14/5) yang membeludak mencapai 39.000-an pengunjung. Cak Imin khawatir kerumunan wisatawan di Ancol bakal memicu terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Menurutnya, masyarakat geram disatu sisi Pemprov DKI membuka pantai Ancol untuk umum pada hari kedua lebaran. Namun, disisi lain mengeluarkan kebijakan larangan ziarah kubur.

Cak Imin meminta Pemprov DKI lebih bijak dalam membuat sebuah kebijakan. Menurutnya, kebijakan membuka pantai Ancol jelas menimbulkan kerumunan yang sulit dikendalikan.

"Bagaimana orang mandi di pantai bisa menerapkan protokol kesehatan? Pakai masker juga tidak mungkin. Mau jaga jarak juga bagaimana caranya? Lihat saja berbagai gambar kerumunan yang terjadi di Ancol pada Jumat kemarin," ujarnya, Sabtu (15/5).

Ketua Tim Pengawasan Penanganan Bencana Covid-19 DPR ini meminta agar Pemprov DKI tidak membuat standar ganda dalam sebuah kebijakan. Menurutnya terlambat jika hari ini Ancol ditutup sementara.

"Kalau hari ini akhirnya ditutup, ya saya rasa terlambat. Dan jangan penutupan sementara untuk hari ini saja. Keselamatan rakyat harus diprioritaskan," kata Ketum PKB ini.

Cak Imin meminta Pemprov DKI tidak membuat kebijakan yang mengorbankan rakyat. Dia khawatir gelombang Covid yang melanda India terjadi di Indonesia.

"Jangan membuat kebijakan yang justru mengorbankan rakyat. Jangan sampai apa yang terjadi di India, terjadi pula di Indonesia akibat sebuah kebijakan yang tidak tepat," pungkasnya.

Diketahui, pengoperasian Ancol merujuk pada Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Nomor 354 Tahun 2021 Tentang PPKM Mikro pada Sektor Usaha Pariwisata. Selain itu, pengoperasian Ancol berpegang pada Surat Edaran Nomor 81/SE/2021 tentang Operasional Tempat Wisata atau Rekreasi pada Libur Hari Raya Idulfitri 1442 H/2021 di Masa PPKM Mikro.

Namun Taman Impian Jaya Ancol menutup operasional hari ini, Sabtu (15/5). Penutupan dilakukan untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan setelah pada hari kedua libur lebaran pengunjung mencapai 30 persen atau batas kapasitas di tengah Pandemi Covid-19.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan warga kembali berziarah di Taman Pemakaman Umum (TPU) mulai Senin (17/5). Anies mengatakan, kegiatan ziarah kubur diizinkan bersamaan dengan dibolehkannya tempat wisata menerima pengunjung tanpa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta dengan tetap membatasi jumlah kedatangan sebesar 30 persen dari kapasitas normal.

"Sampai dengan hari Minggu tanggal 16 Mei, sesudah itu tempat ziarah kubur dibuka. Kemudian juga tempat wisata kembali tetap 30 persen tapi tidak harus membawa KTP DKI," kata Anies.

Kegiatan ziarah kubur ditiadakan sejak 12 hingga 16 Mei 2021 guna menekan kasus penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Anies usai rapat koordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, serta sejumlah kepala daerah di wilayah Jabodetabek.

Tak hanya di Jakarta, seluruh pemakaman yang ada di wilayah penyangga ibu kota juga bakal ditutup selama periode waktu tersebut.

"Seluruh pemakaman di Jabodetabek akan ditutup dari pengunjung untuk ziarah," ujar Anies.

Meski demikian, Anies mengatakan proses penutupan itu tak akan mengganggu aktivitas pemakaman di TPU karena peniadaan dilakukan hanya untuk peziarah.

"Untuk pemakaman sendiri berjalan di tempat-tempat pemakaman itu, nanti diatur oleh dinas pemakaman," ucapnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini