Cabut izin reklamasi, Anies pikirkan kaji ulang Giant Sea Wall

Jumat, 28 September 2018 15:42 Reporter : Merdeka
Cabut izin reklamasi, Anies pikirkan kaji ulang Giant Sea Wall Garuda Project. ©2016 NCICD.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, baru saja mencabut izin prinsip dan pelaksanaan 13 pulau reklamasi di pesisir Jakarta. Anies memikirkan menata teluk Jakarta dengan lebih serius lewat proyek Giant Sea Wall atau tanggul raksasa yang sudah digagas lama.

Giant Sea Wall masuk dalam Konsep kawasan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN). Anies menilai proyek itu harus dipertimbangkan ulang. Sebab menurutnya, keberadaan tanggul raksasa itu lebih dibutuhkan Jakarta.

"Yang benar-benar dibutuhkan di Jakarta adalah tanggul pantai. Jadi, wall yang sepanjang pesisir pantai kita. Kenapa dibutuhkan? Karena tanah di Jakarta mengalami penurunan sementara permukaan air laut mengalami naik turun. Jadi ini dibutuhkan untuk mencegah rob, karena itu tanggul di pesisir itu sangat perlu," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/9).

"Tanggul yang luas di depan sana greatest sea wall itu yang perlu dipertimbangkan ulang. Mengapa? Karena justru dengan air yang muncul dari daratan begitu banyak ke pesisir," sambung dia.

Anies mengatakan di negara lain tanggul raksasa justru hanya menimbulkan air tercemar. "Praktik berbagai negara kita review, setelah bertahun-tahun justru tidak menjadi air bersih. Justru sebaliknya. Tapi justru menjadi tempat berkumpul air-air yang membawa polutan. Dan menurut kami itu dikaji ulang. Kalau tanggul di pantai itu perlu diteruskan," jelasnya.

Pemprov DKI, lanjutnya, akan menemui Bappenas membahas Giant Sea Wall. Menurutnya,tanggul raksasa berpotensi hanya menjadi penamoungan air alias kobokan raksasa.

"Kami sudah bicarakan juga kita akan diskusi dengan Bappenas terkait ini dan kami tunjukkan hal-hal apa yang perlu diperhatikan agar fenomena kobokan raksasa itu tidak berulang di Jakarta. Karena di berbagai negara yang membangun tanggul seluas itu akhirnya menjadi kobokan raksasa," kata Anies.

"Karena air dari mana-mana yang di situ sementara tidak mengalir ke laut lepas. Tapi tertutup oleh tanggul raksasa di lepas pantai. Di situ letak masalah utamanya," kata Anies.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini