Buruh: Jokowi cuma bagus ngomong di TV!

Jumat, 30 Agustus 2013 12:58 Reporter : Nurul Julaikah
Buruh: Jokowi cuma bagus ngomong di TV! Jokowi dialog dengan pedagang Blok G Pasar Tanah Abang. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kemarin, puluhan pengemudi, sopir dan kernet Metromini menggelar demo di depan Balai Kota Jakarta menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memulangkan armada yang dikandangkan. Jumat (30/8) siang, giliran demo puluhan buruh menuntut ketegasan Jokowi dalam realisasi janjinya memberikan pelayanan dan kesejahteraan para buruh.

Mereka menuding selama ini dipersulit Dinas Ketenagakerjaan dan perusahaan. Oleh karenanya, mereka dengan kesal menuduh Jokowi hanya pencitraan semata di media.

"Jokowi cuma bagus ngomong di TV. Di belakang main duit sama pengusaha," teriak seorang buruh, Heru di depan Balaikota Jakarta, Jumat (30/8).

Menurut buruh outsourcing perusahaan obat di kawasan Pulogadung ini, Jokowi telah ingkar janji. Sebab, katanya pro rakyat tetapi tidak terbukti.

"Katanya pro rakyat. Katanya mau kasih pelayanan yang bagus. Katanya mau sanksi pengusaha nakal yang enggak bayar gaji sesuai UMP. Mana buktinya?" ujarnya.

Sementara itu koordinator aksi sekaligus ketua Serikat Pekerja Perusahaan Farmasi, Taufan Rahutomo meminta Jokowi berkoordinasi dengan wakilnya Basuki T Purnama untuk menegur Disnaker Jakarta Timur.

"Kita sudah dapat rekomendasi dari Pak Ahok. Tapi rekomendasi itu enggak digubris," katanya.

Taufan mengatakan rekomendasi itu berupa izin pembuatan serikat pekerja di perusahaannya. Sebab, sesuai amanat UU, perusahaan yang menaunginya tidak melaksanakan surat tersebut atas rekomendasi Ahok.

"Kita minta rekomendasi karena izin enggak keluar terus sampe sekarang. Dinas Tenaga kerja, Jakarta Timur enggak pernah ada pejabatnya. Itu alasan staf menunda perizinan. Padahal kita juga sudah lampirkan rekomendasi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi," jelasnya.

Menurut Taufan, sesuai UU 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, izin harus dikeluarkan dalam waktu 21 hari. Namun hingga tiga bulan izin pembentukan serikat pekerja belum keluar. Kedatangan buruh merupakan puncak kemarahan akibat peristiwa pada Selasa 27 Agustus lalu.

"Kita ke Disnaker, Jakarta Timur. Kita enggak dilayani. Pejabat pada enggak ada, kata petugas. Kita dicuekin, mereka asyik dangdutan sambil saweran di kantor. Katanya hari itu halal bihalal," tutur Taufan.

Taufan mengatakan kedatangannya saat itu untuk menanyakan pengajuan mereka diterima atau ditolak.

"Kalau diterima kita terima kasih. Kalau ditolak kita minta penjelasan kenapa. Mereka malah dangdutan di kantor sambil saweran di jam kerja. Ini enggak etis. Mereka ngerti hukum kita juga belajar hukum. Jangan paksa kami jadi anarkis. Makanya kita datang hari ini," ungkapnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jokowi Ahok
  3. Metromini
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini