BNPB: 39 RW di Jaksel & Jaktim terendam banjir

Sabtu, 27 Agustus 2016 23:37 Reporter : Ronald
BNPB: 39 RW di Jaksel & Jaktim terendam banjir Ilustrasi Banjir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Hujan deras yang mengguyur hampir di seluruh wilayah Jakarta, dari siang hingga sore hari telah menyebabkan banjir, Sabtu (27/8), khususnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berintensitas turun hujan tinggi. Setidaknya, 39 RW di kedua wilayah itu terendam air hingga di atas 1 meter.

Banjir juga disebabkan oleh saluran drainase yang tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi. Selain itu, faktor dari manusia juga menjadi banjir yang kerap sekali membuang sampah sembarangan, hingga menimbulkan banjir di Jakarta.

"Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD DKI Jakarta, terdapat 39 RW di 15 kelurahan 8 kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir. Sebanyak 10.538 KK atau 31.622 jiwa terdampak langsung oleh banjir. Tidak ada pengungsian akibat banjir," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Sabtu (27/8) malam.

Kata Sutopo, banjir di Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Kebayoran Baru, Cilandak, Cipete Selatan, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, dan Pesanggrahan. Sedangkan di Jakarta Timur banjir di Kecamatan Pasar Rebo, Ciracas, dan Kramat Jati.

"Daerah yang paling parah terendam banjir adalah di Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru yang terendam banjir setinggi 90 hingga 100 centimeter. Sekitar 39 RT di 3 RW di daerah Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru yang terendam banjir. Banyak rumah dan kendaraan yang terjebak oleh banjir," ujarnya.

"Di Kecamatan Cilandak banjir setinggi 40 hingga 100 centimeter merendam 3 kelurahan dan 9 RW, yang meliputi 54 RT di Kelurahan Pondok Labu, Cipete Selatan, dan Gandaria Selatan. Tinggi banjir di Kelurahan Gandaria Selatan mencapai 70 hingga 100 centimeter. Banjir di Kecamatan Pasar Minggu yang meliputi Kelurahan Jatipadang dan Ragunan," sambungnya.

Lanjut Sutopo, meskipun banjir sebagian sudah surut pihaknya masih melakukan pendataan banjir. Dengan hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat atas fenomena 'La Nina' yang diperkirakan akan memberikan pengaruh meningkatnya hujan.

"Terlebih lagi pada saat musim hujan nanti diperkirakan curah hujan meningkat lebih besar sehingga potensi banjir di Jakarta akan meningkat. Hujan lebat diprediksi berlangsung November 2016 hingga Maret 2017 nanti di wilayah Jakarta," pungkasnya. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir Jakarta
  2. Banjir
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini