Bisakah PPP mendongkrak suara Foke-Nara?

Jumat, 3 Agustus 2012 09:21 Reporter : Anwar Khumaini
Bisakah PPP mendongkrak suara Foke-Nara? suryadharma Ali. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kemarin secara resmi mendukung pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli pada putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Salah satu alasan partai kabah ini menambatkan hatinya ke Foke-Nara lantaran persamaan akidah. Efektifkah?

"Kami menetapkan untuk mendukung Foke-Nara pada putaran kedua," ujar Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dalam acara 'Deklarasi dukung Foke' di kantor pusat PPP, Jalan Diponegoro, Kamis (2/8) kemarin.

Namun meski mendukung Foke karena lantaran seiman, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Agama ini mewanti-wanti agar pilihan tersebut tidak dikaitkan dengan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA). PPP menyebut bahwa akidah menjadi salah satu pertimbangan utama menentukan dukungan.

"Kalau PPP dukung Foke-Nara tolong jangan dibikin isu SARA. Memang akidah juga menjadi pertimbangan dalam dukungan kami, tetapi mohon jangan dimaknai sempit," kata Suryadharma.

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, dukungan PPP ke pasangan Foke-Nara tidak akan menambah suara secara signifikan.

"Mendongkrak sih tidak menambah suara iya. PPP mungkin cuma menambah suara 2-3 persen. Terbukti pasangan Alex-Nono cuma dapat 4 persen. Jadi kalau sumbangannya 2-3 tidak signifikan bagi Foke," kata Ray Rangkuti saat dihubungi merdeka.com, Jumat (3/7).

Ray malah ragu apakah konstituen PPP DKI Jakarta benar-benar memilih Foke-Nara sesuai pilihan politik para petingginya. Menurutnya, tidak ada jaminan pemilih PPP tidak mengikuti perintah atasan. "Saya agak ragu pemilih Islam bisa digiring untuk memilih Foke," ujarnya.

Namun demikian, menurut Ray dukungan PPP terhadap Fauzi Bowo ini bisa memicu partai Islam lainnya untuk juga memilih gubernur incumbent tersebut. "Bisa saja. Tetapi kalau pun PKS taruhlah 10 persen, total dukungan Foke sekitar 45-46. Jadi Fauzi tidak dengan mudah menangkan," kata Ray.

Ray memprediksi, putaran kedua Pilgub DKI nanti akan berlangsung sengit. Massa bukan pendukung kedua calon, misalnya pendukung Faisal-Biem kemungkinan akan mendukung Jokowi-Ahok.

"Kemungkinan Jokowi akan menang tipis 52 banding 48 persen," tutup Ray.

Dalam Pilgub DKI putaran pertama lalu, PPP dan Golkar berkoalisi mengusung Alex Noerdin dan Nono Sampono. Namun pasangan Alex Noerdin-Nono hanya berada di peringkat kelima dengan mendapatkan 202.643 suara.

Posisi pertama diraih oleh pasangan Jokowi-Ahok dengan jumlah perolehan suara 1.847.157 suara atau 42,60%. Sementara, Foke-Nara harus puas di posisi 2 dengan mengantongi 1.476.648 suara. Keduanya akan kembali bertarung pada 20 September mendatang. [war]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pilgub DKI
  3. Foke
  4. PPP
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini