Betonisasi Sungai Bukan Cara Ampuh Cegah Banjir Jakarta, Ini Penjelasan Kemen PUPR

Kamis, 29 September 2022 16:35 Reporter : Merdeka
Betonisasi Sungai Bukan Cara Ampuh Cegah Banjir Jakarta, Ini Penjelasan Kemen PUPR Bantaran kali Kampung Pulo. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago

Merdeka.com - Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jarot Widyoko menilai, proyek betonisasi Sungai Ciliwung bukan cara paling ampuh untuk atasi banjir di Jakarta.

Menurutnya, penyerapan air oleh tanah di pinggiran sungai jadi cara paling alami untuk mencegah banjir. Namun, dengan padatnya pemukiman di sisi sungai saat ini, itu tidak menjamin bisa menahan derasnya laju debit air dari hulu saat musim penghujan.

"Apakah harus betonisasi? No, tidak. Tapi (menurut) saya, berilah lahan untuk air itu supaya mengalir. Kenapa itu sampai dibetonisasi? Pertama kalau tidak dibeton, tanah kira-kira longsor tidak dengan kecepatan debit (air) seperti itu?" katanya di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (29/9).

2 dari 3 halaman

Kendati demikian, Jarot tak menampik pemasangan parapet beton di sempadan sungai bisa menahan ketinggian debit air. Dia menceritakan pengalamannya saat bertugas di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane,

"Saya ada foto, malam, saat itu jam 12 malam, saya ngecek, tinggi parapet itu 1,5 meter. Saya berdiri, air itu tinggal sejengkal. Kalau seandainya tidak diberi itu, akan melimpas," ungkapnya.

Meski begitu, dia menerangkan, pengendalian banjir DKI melalui normalisasi dengan penambahan lebar sungai juga bakal memakan ongkos dan waktu lebih.

3 dari 3 halaman

"Berarti kan otomatis harus membebaskan tanah. Wong untuk menerbitkan di sempadan aja susahnya setengah mati, apalagi dibebaskan," ujar Jarot.

Penolakan soal proyek betonisasi sungai juga sempat dikoarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dia sempat menyatakan, normalisasi sungai dengan cara betonisasi bukan merupakan jalan keluar terbaik untuk mengantisipasi banjir musiman.

"Jadi jangan diartikan kalau tidak ada betonusasi, maka akan tidak ada antisipasi untuk banjir. Antisipasi banjir tetap berjalan semuanya," kata dia.

Anies juga coba sedikit mendefinisikan maksud naturalisasi sungai yang ia maksud. "Kanan kirinya ditumbuhkan sebagai ekosistem yang natural. Karena itu Anda tidak temukan betonisasi," jelas dia.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana/Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Proyek Pengendalian Banjir Jakarta Tak Cukup Hanya Bangun Bendungan
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Gerebek Lumpur di Lima Wilayah Jakarta
PAN Minta Jokowi Pilih Pj Gubernur DKI yang Paham Masalah Banjir hingga Kemacetan
Cegah Banjir saat Musim Hujan, Pemprov DKI Keruk Lumpur Sungai di 5 Wilayah
Anies Baswedan Andalkan Waduk dan Sumur Resapan untuk Cegah Banjir Jakarta
Selain JIS, Anies Gunakan Konsep Zero Run Off Kendalikan Banjir di Pasar Cipinang
Anies Baswedan Pamer 15 Hasil Kerja Mentransformasi Jakarta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini